Nasional

Buya Syafii Ingatkan Pemerintah Tidak Gunakan Buzzer, Rizal Ramli: Tumben Buya Sudah Bijaksana

Oleh : very - Senin, 02/08/2021 19:38 WIB

Ekonom Senior Dr. Rizal Ramli. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Ketua Umum PP Muhammadiyah 1998-2005 yang kini menjabat Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Ahmad Syafii Maarif mengingatkan pemerintahan Joko Widodo agar tidak menggunakan buzzer dalam menyikapi kritikan kaum oposisi.

Syafii Maarif menyarankan pemerintah dan oposisi sebaiknya membangun budaya politik yang lebih arif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menyikapi pernyataan Buya Syafii tersebut, aktivis pergerakan Rizal Ramli mengungkapkan keheranannya. Pasalnya, kata ekonom senior itu, Buya Syaffi selama ini tutup mata terhadap berbagai tindakan yang benar.

“Tumben Buya Syafii Maarif sudah bijaksana lagi 😄🙏 setelah sekian lama tutup mata terhadap ketidak-benaran,” ujarnya di Jakarta, Senin (2/8).

Sebelumnya juga, akademisi Rocky Gerung blak-blakan menilai keberadaan buzzer pendukung Pemerintah Joko Widodo saat ini sangat bertentangan dengan Pancasila karena hanya membuat gaduh.

Hal tersebut diungkapkan pengamat politik ini dalam video yang tayang di kanal YouTube Rocky Gerung Official, Kamis (29/7).

Pernyataan Rocky Gerung itu menyindir Ketua Umum PP Muhammadiyah 1998-2005 Ahmad Syafii Maarif yang kini menjabat Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

“Seharusnya Buya Syafii Maarif undang para buzzer dan jelaskan bahwa buzzer itu bertentangan dengan Pancasila,” jelas Rokcy Gerung sepeti dikutip Fajar.co.id.

Menurut mantan dosen Ilmu Filsafat Universitas Indonesia itu, masukan Buya Syaffi yang meminta pemerintah untuk tidak menggunakan buzzer itu sangat realistis karena bertolak belakang dengan tugas anggota BPIP.

“(Buzzer bertentangan dengan Pancasila), karena tidak mengasilkan persatuan Indonesia, tidak mengandung keadilan sosial, tidak berkemanusiaan yang adil dan beradab, saya kira itu, Buya Syafii,” tegas Rocku.

Menurut Rocky, jika para buzzer pemerintah yang saat ini bikin gaduh khawatir tidak dipakai lagi, bisa ditempatkan sebagai komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di pelosok Indonesia.

“Masih ada kebutuhan (pemerintah kepada buzzer), mungkin semacam konsorsium BUMN gorong-gorong, semuanya (buzzer) dimasukin ke situ karena sesuai dengan habitatnya,” ungkap Rocky. (*)

Loading...

Artikel Terkait