Jakarta, INDONEWS.ID - Tekanan ekonomi di tengah pandemi dirasakan hampir semua orang, mulai dari pengusaha besar hingga pengusaha paling kecil. Kesabaran dan ketekunan menjadi motivasi utama dari Ibu Musnati, seorang penjual rujak Madura di Kecamatan Omben, Pulau Madura, Jawa Timur.
Sebagai ibu rumah tangga, hal ini tak membuat seorang perempuan paruh baya ini putus asa untuk bekerja di tengah pandemi yang melumpuhkan sendi-sendi perekonomian suaminya sejak beberapa bulan terakhir. Dengan penghasilan suami Ibu Musnati yang terbatas, Rp50 ribu rupiah perharinya, Ibu Musnati gelisah dan pesimis untuk menghidupi dirinya dan suaminya sehari-hari.
Ibu Musnati mengaku sudah menekuni usaha menjadi penjual rujak Madura sejak masa pandemi dimulai. Ibu Musnati dulunya berjualan gorengan, namun seiring waktu saingannya semakin banyak sehingga jualannya sering banyak tidak laku. Berawal dari pinjamannya dari PNM Mekaar sebanyak Rp2 juta rupiah, Ibu Musnati membuka usaha kecilnya dengan menggunakan meja dan beratapkan terpal yang dikaitkan ke dinding rumahnya.
Seiring berjalannya waktu, rujak Madura Ibu Musnati sangatlah laris. Selain rasanya enak dan sehat, rujak Madura juga cukup menggoda untuk menyegarkan tubuh sebagai kudapan menyegarkan saat cuaca panas di Pulau Madura.
Ibu Musnati akhirnya memutuskan untuk melanjutkan penambahan modal dari PNM Mekaar sebesar Rp3 juta rupiah. Ibu Musnati percaya diri akan usaha kecilnya, sehingga Ibu Musnati menambah jualannya dengan menjual camilan, gado-gado dan sayur lodeh.
“Meskipun warung saya kecil, namun warung ini adalah langkah awal saya untuk membantu suami dan keluarga kecil kami. Terima kasih PNM Mekaar telah membantu saya untuk bertahan hidup dalam pandemi," tutupnya.*