Nasional

Gabung dengan Koalisi Pemerintah, Suara PAN pada Pemilu 2024 Diprediksi Akan Jeblok

Oleh : very - Jum'at, 27/08/2021 22:32 WIB


Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. (Foto: Suara.com)

Jakarta, INDONEWS.ID – Suara Partai Amanat Nasional (PAN) pada pemilu 2024 diprediksi bakal berkurang dari 2%. Pasalnya, suara partai ini akan terus digrogoti oleh Partai Ummat pimpinan M Amien Rais.

Partai Amanat Nasional bahkan diprediksi tidak akan lolos parliamentary threshold  karena keputusannya ikut bergabung dalam koalisi dengan pemerintahan Jokowi, yang terlalu gemuk dan minus prestasi.

Langkah PAN tersebut juga dinilai sebagai langkah oportunis untuk menyelamatkan diri dan mengamankan pundi-pundi keuangannya untuk pemilu 2024 mendatang.

Peneliti politik Darmawan Sinayangsah melihat PAN dalam posisi rentan dan rawan akibat bergabungnya partai itu kedalam gerbong koalisi pemerintahan Jokowi.

Sedangkan pengamat politik Muslim Arbi menyesalkan PAN bergabung dengan pemerintah yang sudah rapuh, gagal dan hanya menyusahkan rakyat Indonesia.

``Rakyat susah, elite pesta dana APBN dengan proyek proyek pembangunan, sedang rakyat  kecil dibiarkan hidup atau mati di tengah pandemi dengan PPKM yang menyulitkan publik,`` kata Muslim Arbi seperti dikutip dari Konfrontasi.com, di Jakarta, Jumat (27/8).

``Pemerintah tak berhasil mengatasi pandemi dan kondisi terus begini sehingga kita di-lockdown banyak negara serta  masyarakat makin susah, kelas menengah jatuh ke bawah, namun PAN malah gabung istana, tentu itu mengecewakan rakyat dan kosntituennya,`` kata Darmawan, jebolan Fisip UI itu.

PAN dikabarkan merapat koalisi besar pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma`ruf Amin. Awal kabar merapatnya PAN ke Istana disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem yang juga tergabung dalam parpol koalisi, Johnny G Plate usai pertemuan antara Presiden Jokowi dan petinggi parpol koalisi di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (25/8/2021) sore.

Dalam konferensi pers, Johnny yang juga merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) itu terang-terangan menyebut PAN sebagai sahabat baru pemerintah.

Diketahui, sebelum PAN bergabung, Pemerintahan Jokowi-Ma`ruf Amin didukung oleh enam parpol di parlemen, yakni PDI Perjuangan, Nasdem, Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Gerindra.

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga mengatakan, PAN telah menyatakan dukungan pada pemerintah sejak mulai dipimpin Zulkifli Hasan. "PAN sejak kepemimpinan Ketum Bang Zul telah menegaskan sebagai partai politik pendukung pemerintah, ikut sebagai partai koalisi," ujar Yoga. (*)

 

Artikel Lainnya