Bisnis

Kisah Inspiratif Nasabah PNM: Gurih Kerupuk, Untung Bertumpuk

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 12/10/2021 22:08 WIB

Nasabah Inspiratif PNM Mekaar, Ibu Sumati bersama kerupuk hasil produksinya (Foto: PNM)

Bondowoso, INDONEWS.ID - Ibu Sumiati adalah salah satu nasabah PNM Mekaar Maesan, Bondowoso. Di masa pandemi yang berkepanjangan yang diikuti perubahan cara kerja dari rumah turut menyebabkan Ibu Sumiati yang seorang buruh pabrik di pabrik tembakau lebih enggan bekerja kembali di pabrik dan bertekad untuk usaha di rumah untuk mensejahterakan keluarganya. Ibu Sumiati dan suami akhirnya memutuskan untuk menjadi pemasok kerupuk di Kecamatan Maesan.

“Keinginan saya dan suami untuk usaha kerupuk di rumah semakin kuat seiring pandemi yang terus berlanjut. Motivasi saya dan suami sangat kuat untuk membangun usaha sendiri. Saya percaya, motivasi adalah hal yang akan membantu mendorong saya dan suami untuk bertindak mencapai tujuan yang saya dan suami buat,” ujar Ibu Sumiati.

Dengan banyaknya pelanggan yang dikunjungi oleh sang suami saat bekerja di pabrik tembakau, maka banyak cerita yang didapat dari pelanggan-pelanggan tersebut. Salah satunya banyaknya toko dan warung yang susah untuk mendapat distributor kerupuk yang bisa diantar ke warungnya tanpa harus pergi ke pasar.

Dari cerita tersebut, muncul ide ibu Sumiati dan suami untuk memulai usaha pembuatan kerupuk. Dengan menggunakan modal yang dipunya saat itu sebesar 3 juta rupiah. Dari modal tersebut, ia bisa membeli bahan baku kerupuk sebanyak 5 kg beserta alat-alat untuk produksi.

Di awal usaha,  Ibu Sumiati membuka lowongan kerja dengan mengajak teman-teman di kampungnya sebanyak 5 orang untuk membantu produksi kerupuk.

Dengan ketekunan dan kerja keras yang dilakukan Ibu Sumiati dan suaminya, PNM Mekaar hadir untuk memberikan bantuan modal untuk dapat mengembangkan usaha. Ia menerima pinjaman modal usaha sebesar 2 juta rupiah, hingga saat ini bertambah sebesar 7 juta rupiah.

Dari modal tersebut, ia dapat menambah jumlah produksi kerupuk dan jumlah karyawan berjumlah 13 orang. Penjualan kerupuk Ibu Sumiati juga meluas, yang awalnya hanya berjualan di sekitar kecamatan Maesan, sekarang sudah sampai seluruh Kabupaten Situbondo dengan produksi kerupuk per hari sebanyak 75 kg dengan omset usaha 3.700.000 rupiah per hari.

Dalam kurun waktu 5 tahun memiliki usaha kerupuk ini, Ibu Sumiati sudah dapat memperluas rumah untuk tempat produksi, buka ruko bahan plastik di pasar, dan memiliki perhiasan emas.

“Alhamdulillah, kerja keras dan semangat serta diiringi doa yang terus menerus membawa saya ke keadaan yang sekarang. Terima kasih PNM Mekaar yang sudah terlibat dalam perjalanan usaha saya dan suami,” ucap Ibu Sumiati.*

 

Loading...

Artikel Terkait