https://vinosdeabona.com/slot-gacor/ https://www.tpcd.org.tr/slot-deposit-pulsa/ https://healthcare.skho.moph.go.th/labor-care/uploads/slot-deposit-pulsa/ https://seoscaning.com/slot-deposit-dana/ http://www.info-secur.ru/old/slot-deposit-pulsa-tanpa-potongan/ http://academia.uniminuto.edu/becassp/notas/jasabola/

Nasional

Kendati Varian Omicron Mengancam, DKI Jakarta Mulai Terapkan Sekolah Tatap Muka Besok

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 02/01/2022 15:17 WIB

Monumen Nasional (Monas). (Foto : Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen di seluruh sekolah mulai besok, Senin (3/1). Relaksasi kebijakan ini sesuai dengan kondisi PPKM Level 1 yang diterapkan di Jakarta.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana menyebut aturan itu sudah tertuang melalui SKB empat menteri Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/6678/2021, Nomor 443-5847 Tahun 2021, serta SK Kepala Dinas Pendidikan Nomor 1363 Tahun 2021.

"PTM Terbatas dilaksanakan setiap hari. Jumlah peserta didik dapat 100 persen dari kapasitas ruang kelas dengan lama belajar paling banyak 6 jam pelajaran per hari. Protokol kesehatan harus menjadi perhatian utama bagi seluruh warga sekolah," kata Nahdiana dikutip dari situs PPID Jakarta, Minggu (2/1).

Nahdiana melanjutkan, kendati kapasitas sudah 100 persen, tapi PTM terbatas hanya dapat dilaksanakan dengan sejumlah ketentuan. Seperti capaian vaksinasi dosis dua pada pendidik dan tenaga kependidikan di atas 80 persen.

Kemudian capaian vaksinasi dosis dua pada masyarakat lansia di daerah itu di atas 50 persen, serta vaksinasi terhadap peserta didik yang terus berlangsung sesuai ketentuan perundang-undangan di tingkat kabupaten atau kota.

Adapun bagi peserta didik yang belum dapat mengikuti PTM Terbatas di sekolah lantaran pertimbangan orang tua, maka dapat memberikan keterangan kepada pihak sekolah.
Nahdiana memastikan peserta didik tersebut akan tetap memperoleh layanan pembelajaran secara daring, serta tetap mendapat hak penilaian.

"Diharapkan, orang tua dan masyarakat dapat memberikan dukungan agar pelaksanaan PTM Terbatas berjalan sesuai dengan prosedur yang ada," kata dia.

Lebih lanjut, Nahdiana juga menyebut pihaknya akan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta untuk melaksanakan Active Case Finding (ACF) atau melacak kasus secara aktif sebagai upaya mencegah penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.

Satuan pendidikan dapat menghentikan sementara PTM terbatas selama lima hari pada rombongan belajar yang terdapat kasus Covid-19, dan pembelajaran dilaksanakan secara daring.

Selain itu, Satgas Covid-19 di sekolah menurutnya juga akan melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 kelurahan dan berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat untuk melakukan penyemprotan disinfektan, termasuk melakukan tracing kepada warga sekolah yang berkontak erat.

Ancaman Omicron

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia kembali bertambah 274 kasus pada Sabtu (1/1/22). Sebaran Covid tertinggi kembali tercatat di DKI Jakarta yaitu 118 kasus.

Pada dua hari sebelumnya, DKI Jakarta tercatat paling tinggi terkait jumlah sebaran penambahan kasus positif, dengan 87 kasus pada Jumat (31/12) dan 53 kasus pada Kamis (30/12).

Selain itu, pada Jumat (31/12), kasus Omicron di Indonesia bertambah 68 orang. Dengan demikian total kasus konfirmasi menjadi 136 orang. Tambahan kasus baru tersebut berasal dari pelaku perjalanan luar negeri, 11 di antaranya merupakan warga negara asing

Loading...

Artikel Terkait