Penulis : Noryamin Aini
Besok hari agung. Hari renungan dalam munajat Jumat. Kusempatkan menulis kata hati ini. Sederhana, tetapi kurindu sentuhan maknanya.
*Menjadi budak materi dan pujian, serta memanjakan rengekan qalbu untuk kemasyhuran adalah jalan terjal, berliku yang melelahkan, bahkan sering menyakitkan. Setiap saat, kita akan selalu jaga imij bahkan sampai sering penuh kepura-puraan, dan juga kebohongan. Kenapa? karena takut kekurangan kita disorot orang*. Kekurangan tidak perlu ditakuti dan tidak juga untuk disesali, tetapi, untuk diperbaiki.
Sahabat!
Saat letupan emosi hasrat "keakuan" (egosime) dapat ditekan ke titik NOL keinginan, maka, rasa kehilangan akan sirna dari qalbu. Kita tidak akan pernah merasakan kehilangan harga diri, karena memang tidak ada harga diri, dan kemartabatan yang harus dijaga.
*Harga diri kita, sejatinya, adalah aib kita yang ditutupi Allah. Harga diri kita hanyalah wujud kasing-sayang, dan cinta Allah pada kita*. Tidak ada manusia yang sempurna. Ingatlah, Allah berjanji akan menjaga aib kita, selama kita menjadi hamba-Nya yang terus berusaha menjaga kemuliaan.
Sahabat!
Saat ego kehilangan tempat di dalam qalbu kita, maka kita juga tidak akan merasa kehilangan saat berbagi apa-apa yang kita miliki, karena semuanya hanya titipan dari Pemilik hakikinya. Bahkan kepemilikan itu akan menjadi media Allah meminta pertanggungjawabannya dari amanah yang dititahkan-Nya kepada kita.
Sahabat!
Tidak ada sesuatu yang kita miliki. Semua titip ilahi. Saat mati, tidak banyak dari materi itu yang kita bawa dan akan kita nikmati di alam kubur dan akhirat nanti. Jangan ingkari hakikat ini.
Dalam kesadaran qalbu seperti ini, semua hal yang pergi dari kita tidak akan meninggalkan bekas luka yang menyakitkan. Semuanya bukan milik kita, tetapi milik Allah. Semua ini adalah jalan Allah untuk menguji keikhlasan kita saat keakuan diuji dengan kehilangan dan pengrobanan.
Allah maha mengasihi dan penuh cinta. Maka, balaslah cinta dan kasih sayang Allah dengan munajat rindu kita di keheningan setiap malam.
Allah lembut, dan selalu merindukan tengadah hamba-Nya yang bersedia menampung sentuhan kasih-sayang-Nya.
#Kupilih-ketenangan-bersama-kasih-Nya
Pamulang, 10 Februari 2022