Daerah

205 Tahun Kebun Raya Bogor, Kepala BRIN Resmikan Griya Anggrek

Oleh : indonews - Jum'at, 20/05/2022 11:13 WIB

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko meresmikan wahana edukasi Griya Anggrek (Orchid House) di Griya Anggrek Kebun Raya Bogor, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Rabu (18/5/2022). (Foto: Ist)

Bogor, INDONEWS. ID - Memasuki usia 205 Tahun Kebun Raya Bogor (KRB), Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko meresmikan wahana edukasi Griya Anggrek (Orchid House) di Griya Anggrek Kebun Raya Bogor, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Rabu (18/5/2022).

Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi istrinya, Yane Ardian menghadiri acara bersama Kepala Istana Kepresidenan Bogor, Erwin Wicaksono, Danrem 061 Suryakancana, Brigjen TNI Rudy Saladin didampingi pimpinan Forkopimda Kota Bogor.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko dalam sambutannya menyebutkan, di usia 205 tahun KRB yang merupakan satu dari 45 kebun di Indonesia harus menjadi role model bagi kebun raya - kebun raya yang ada di seluruh Indonesia, yang sebagian dikelola bersama-sama pemerintah daerah.

Soft launching Griya Anggrek KRB diharapkan menjadi titik awal dalam mengelola fasilitas yang ada di kebun raya - kebun raya yang telah dibangun kementerian terkait. Griya Anggrek KRB merupakan salah satu fasilitas infrastruktur yang secara spesifik ditujukan untuk menyimpan koleksi anggrek, khususnya yang spesies atau asli, selain hasil silang atau hibrida.

Secara keseluruhan Griya Anggrek mampu menampung 800 suku, 4.000 marga dengan jumlah sebanyak 10 ribuan. Keberadaannya diharapkan sebagai tempat edukasi bagi publik tidak hanya tentang anggrek tetapi juga konservasi secara umum. Ke depan kebun raya yang ada di seluruh Indonesia akan diperkuat dengan mengajak pemda maupun akademisi setempat.

Ada lima fungsi kebun raya yaitu sebagai riset, konservasi, jasa lingkungan, edukasi dan wisata.

Pengelolaannya, kata Kepala BRIN, akan didorong dan diintegrasikan dengan Sains Center di daerah kebun raya berada sebagai tempat pemberdayaan ekonomi, UMKM di daerah masing-masing berbasis teknologi sebagai penguatan ekonomi lokal, sehingga program kebun raya menjadi lebih multidimensi, selain itu juga untuk tempat berkesenian.

“Kebun raya itu harus jadi pusat, bisa jadi pusat aktivitas, ekonomi, edukasi dan lainnya. Jadi bukan sekadar konservasi atau yang konvensional tadi. Ini adalah pendekatan baru karena pengalaman kita dari pandemi dua tahun ini cukup berat bagi para pengelola kebun raya, sehingga ke depan kebun raya yang ada akan lebih kita tingkatkan menjadi pusat aktivitas secara umum,” katanya.

Untuk mendukung strategi besar BRIN secara nasional dalam meningkatkan cakupan hijau dan meningkatkan posisi Indonesia terkait perdagangan karbon, BRIN akan mendorong lahan kosong yang tidak terlalu dikelola dan dimiliki satu institusi menjadi kebun raya.

“Kebun Raya Bogor adalah soul, heart dan identitas utama Kota Bogor. Cita-cita warga Kota Bogor sederhana saja, KRB bisa menyeimbangkan antara konservasi dan rekreasi,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Selain apresiasi atas upaya kolaborasi antara BRIN dan KRB untuk fokus pada penataan dan bisa menyeimbangkan antara konservasi, rekreasi, entertainment, edukasi dan sebagainya. Keindahan yang dihadirkan KRB diharapkan Bima Arya tidak hanya didalam, tetapi juga diluar KRB.

“Dalam 8 tahun terakhir kita bekerja keras, pedestrian Rp 30 miliar jadi simbol integrasi Istana, KRB dan sekitarnya,” kata Bima Arya.

Kegiatan ditutup dengan penanaman 10 spesies tanaman atau pohon koleksi bersama di 17 titik pohon KRB oleh Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, Bima Arya dan istri, Kepala Istana Kepresidenan Bogor, Danrem 061/SK dan unsur pimpinan Forkopimda Kota Bogor dan diikuti secara daring oleh 23 kebun raya seluruh Indonesia yang menghasilkan rekor MURI yaitu 102 spesies. (yopi)

Loading...

Artikel Terkait