https://vinosdeabona.com/slot-gacor/ https://www.tpcd.org.tr/slot-deposit-pulsa/ https://healthcare.skho.moph.go.th/labor-care/uploads/slot-deposit-pulsa/ https://seoscaning.com/slot-deposit-dana/ http://www.info-secur.ru/old/slot-deposit-pulsa-tanpa-potongan/ http://academia.uniminuto.edu/becassp/notas/jasabola/

Bisnis

Rizal Ramli Bicara Tentang Pemerintahan Pasca Presiden Jokowi

Oleh : very - Kamis, 02/06/2022 09:08 WIB

Rizal Ramli adalah mantan Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia (2000-2001) dan mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (2015-2016). (Foto: ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Ekonom senior Dr Rizal Ramli berbicara tentang visi-misi pemerintahan pasca pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dikatakannya, tidak benar bahwa Indonesia akan susah pasca pemerintahan Jokowi. Justru, sebaliknya, Indonesia akan lebih damai dan demokratis.

“Kami menyatakan tidak benar Indonesia akan lebih susah, lebih bermasalah atau lebih tidak damai kalau Jokowi berhenti. Justru sebaliknya, Indonesia akan lebih damai karena perpecahan ini direkayasa oleh buzzer rupiah dan influencer rupiah yang berbayar sebagian dari anggaran dan sebagian oleh pendukung-pendukung penguasa,” ujarnya dalam acara podcast Refli Harun yang berjudul  “24 Tahun Reformasi, Ini Kesaksian dan Evaluasi Rizal Ramli” belum lama.

Mantan Menko Perekonomian itu mengatkaan, jika Presiden Jokowi mundur atau dimundurkan, kehebohan seperti Islamophobia niscaya berhenti. Pasalnya, sebelumnya, masyarakat kita damai karena tidak ada permasalahan soal agama, suku, ras, atau warna kulit.

“Sebelumnya kita sudah tidak ada masalah tentang perbedaan agama, suku, dan warna kulit. Ini juga sesuai dengan Sumpah Pemuda yang jadi awal kebangkitan bangsa kita. Tetapi berapa tahun terakhir, kita diadu terus soal agama dan macam-macam lainnya. Saya yakin bahwa pasca Jokowi, justru Indonesia akan lebih damai dan teduh,” ujarnya.

Kedua, kata mantan Menko Kemaritiman itu, apa yang terjadi selama beberapa tahun terakhir menunjukan bahwa korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) kembali lagi. Padahal salah satu butir reformasi yaitu masyarakat menghendaki agar KKN dihapus dari bumi Nusantara. “Tetapi, belakangan ini malah makin menggurita. Pemerintahan pasca Jokowi pasti akan lebih tegas untuk menegakkan KKN karena kita tahu KKN itu merusak kesempatan rakyat kita untuk hidup lebih baik,” kata Bang RR – sapaan Rizal Ramli.

Ketiga, kata mantan Kepala Bulog itu, kehidupan rakyat pasti akan lebih baik karena pemerintahan pasca Jokowi akan melakukan hal penting yaitu memenuhi dan menjawab tuntutan mahasiswa dan rakyat, yaitu tentang kenaikan harga-harga barang kebutuhan pokok.

Pemerintahan pasca Jokowi misalnya, akan mampu menurunkan harga minyak goreng di bawah Rp 14.000 yang hari ini masih di atas Rp 19.000-an karena pemerintahnya akan jauh lebih berwibawa dibandingkan yang hari ini. Selanjutnya, pemerintahan pasca Jokowi akan menurunkan tarif listrik ke situasi 2 tahun yang lalu sehingga rakyat bisa lebih irit dalam membayar listrik sehingga di kantongnya ada uang.

Kemudian, pemerintahan pasca Jokowi juga akan melakukan subsidi terhadap elpiji 3 kg sehingga ibu-ibu dan penjual gorengan akan bisa lebih hemat dan punya uang lebih banyak di kantongnya.  Dan pemerintahan pasca Jokowi akan lakukan dua hal lain agar supaya rakyat punya uang. Namun untuk hal ini, Rizal Ramli mengatakan tidak akan menyampaikannya. “Saya tidak usah umumkan dulu, karena takut ada yang mencontek – yang tidak punya ide untuk melaksanakan ini,” ujarnya.

Untuk membantu supaya rakyat kehidupannya lebih baik, maka pemerintahan pasca Jokowi, kata Rizal Ramli, akan menegosiasikan utang sehingga cicilan utang pokok dan bunga yang satu tahun 770 triliun akan dipotong setengahnya.

“Ada penghematan sekitar 350 triliun yang akan kita pakai untuk membangun sistem wifi gratis di seluruh Indonesia yang canggih sehingga ibu-ibu tidak rebutan dan berantem dengan anak-anaknya hanya soal pulsa. Rakyat kita akan punya kesempatan belajar memanfaatkan wifi yang bagus, agar kreatif dan punya kesempatan untuk melakukan bisnis online secara lebih masif,” katanya.

Rizal Ramli mengatakan, untuk memicu agar usaha kecil dan menengah berkembang - karena selama ini yang menciptakan lapangan kerja paling banyak bukan perusahaan-perusahaan besar namun usaha kecil dan menengah – maka pemerintahan pasca Jokowi akan meningkatkan alokasi kredit UMKM yang sangat mengalami kesulitan selama 2 tahun terakhir.

Dia mengatakan, dalam 2 tahun, alokasi kredit UMKM yang hanya 18% akan ditingkatkan menjadi 30% dari total kredit nasional. “Dampaknya terhadap ekonomi rakyat dan penciptaan lapangan kerja akan luar biasa !,” ujar Rizal Ramli.

Menurutnya, visi, cita-cita dan kemampuan internasional pemerintah pasca Jokowi akan jauh lebih baik dari Jokowi hari ini. “Proyek pemerintahan Jokowi seperti proyek-proyek infrastruktur yang mangkrak dan hutang lebih dari Rp 7000 Trilliun, pemerintah pasca-Jokowi akan disibukkan dengan kerja  bagaimana membereskan proyek-proyek yang dibuat tanpa perencanaan yang matang, dan banyak yang hanya sekadar proyek-proyekan demi mark-up 30% tanpa memikirkan manfaat dan konsekuensi pembiayaannya,” pungkasnya. ***

Loading...

Artikel Terkait