https://vinosdeabona.com/slot-gacor/ https://www.tpcd.org.tr/slot-deposit-pulsa/ https://healthcare.skho.moph.go.th/labor-care/uploads/slot-deposit-pulsa/ https://seoscaning.com/slot-deposit-dana/ http://www.info-secur.ru/old/slot-deposit-pulsa-tanpa-potongan/ http://academia.uniminuto.edu/becassp/notas/jasabola/

Nasional

Dimoderatori Pemred Indonews, Menteri Hadi Bakal Hadiri FGD Soal Penyelesaian Sengketa Pertanahan

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 10/07/2022 08:01 WIB

Pemimpin Redaksi Media Indonews.id selaku dosen senior Institut Pemerintahaan Dalam Negeri (IPDN), Drs. Asri Hadi, MA akan menjadi moderator dalam Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) secara hybrid pada Selasa (12/7/22).

Jakarta, INDONEWS.ID - Pemimpin Redaksi Media Indonews.id selaku dosen senior Institut Pemerintahaan Dalam Negeri (IPDN), Drs. Asri Hadi, MA akan menjadi moderator dalam Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) secara hybrid pada Selasa (12/7/22).

Kegiatan bertema “Penyelesaian Sengketa Pertanahan di Luar Pengadilan” ini akan dihadiri oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Menteri ATR/BPN), Marsekal TNI (Purn) Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto sebagai keynote speaker.

Selain Menteri Hadi, hadir pula dalam acara ini adalah Ketua Yapena Ahmed Kurnia Soeriawidjaja, Brigjen TNI (Purn) Junior Tumilar selaku pemerhati pertanahan, Sunraizal, S.E.,M., CFrA. selaku Inspektur Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Rudi Rubijaya, S.P., M.Sc. selaku Kakanwil BPN Banten dan Dr. Bahrul Ilmi Yakup, SH., M.H selaku Ketua Asosiasi Advokat Konstitusi.

Kegiatan yang merupakan "kick off" dari setidaknya delapan serial seminar dan FGD pertanahan ini adalah hasil kolaborasi Yayasan Pengawal Etika Nusantara (Yapena) dengan Gatrapedia (Gatra Media Group).

Dari keterangan yang diperoleh media ini, seminar dan FGD pertanahan ini juga akan digelar di kota lain seperti Semarang, Surabaya dan Palembang. Berikutnya akan bergerak ke Medan, Balikpapan, Makassar, dan Manado. Tidak tertutup kemungkinan pula akan merambah kota-kota besar lainnya.

Hal ini setelah melihat besarnya animo masyarakat yang terbaca dari jumlah pendaftar terkonfirmasi hadir, serta respon sangat positif dari segenap pemangku kepentingan terkait, terutama jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN).

Panitia akan menggelar seminar dan FGD, yang semula direncanakan setiap 2-3 bulan sekali, akan dipersingkat menjadi 1-2 bulan sekali, tergantung momentum serta situasi dan kondisi.

Menariknya, dalam kegiatan ini, panitia akan menampilkan testimoni sejumlah warga masyarakat yang menjadi korban kerakusan mafia tanah, yang telah masuk ke ranah pengadilan atau setidaknya telah ditangani pihak kepolisian.

Namun, guna menghemat waktu dan supaya testimoni lebih fokus, penyajiannya dilakukan secara taping dan telah mengalami editing, tanpa mengusik substansinya.

Kendati demikian, yang patut digaris-bawahi pula, pasca sesi seminar dan diskusi, dilanjutkan dengan sesi “Konsultasi dan Advokasi” masalah-masalah pertanahan. Hal ini bertujuan agar acara ini dapat lebih membekas, lebih terasa manfaatnya secara nyata.

Peserta seminar, terutama mereka yang tersangkut masalah sengketa pertanahan, bisa berkonsultasi dan mendapatkan advokasi dari Tim Konsultasi dan Advokasi yang terdiri dari unsur-unsur berkompeten. Seperti, unsur praktisi hukum, aparat penegak hukum, anggota dewan, dan juga unsur dari Kementerian ATR/BPN.

"Dengan demikian diharapkan acara webinar dan FGD ini tidak “berlalu” begitu saja, tapi akan dapat lebih membekas dan membawa manfaat nyata bagi upaya-upaya penyelesaian sengketa pertanahan," kata Ahmed Kurnia Soeriawidjaja selaku Ketua Umum Yapena.

Dalam sesi tersebut, Tim Konsultasi dan Advokasi akan membedah kasus dan melakukan advokasi, khususnya bagi warga masyarakat yang tersangkut sengketa pertanahan.

Tentu saja Konsultasi dan Advokasi ini tidak sekadar ditampilkan basa-basi guna memberi warna tersendiri pada seminar dan FGD, melainkan terus aktif 24 jam sehari dalam memberikan konsultasi dan advokasi kepada warga masyarakat yang membutuhkan.

Inilah barangkali yang membedakan Seminar dan FGD yang digelar Yapena-Gatrapedia dengan seminar serupa pada umumnya.

Nah, jika Anda tengah berjuang mencari keadilan, atau pun pejuang keadilan terkait masalah pertanahan, serta pihak-pihak yang menaruh perhatian besar terhadap masalah pertanahan, silakan ikuti terus serial Seminar dan FGD Pertanahan ini. Simak informasinya melalui website yapena.org.(Rikard Djegadut)

Loading...

Artikel Terkait