https://vinosdeabona.com/slot-gacor/ https://www.tpcd.org.tr/slot-deposit-pulsa/ https://healthcare.skho.moph.go.th/labor-care/uploads/slot-deposit-pulsa/ https://seoscaning.com/slot-deposit-dana/ http://www.info-secur.ru/old/slot-deposit-pulsa-tanpa-potongan/ http://academia.uniminuto.edu/becassp/notas/jasabola/

Opini

Pemerintah Kreatif

Oleh : luska - Senin, 08/08/2022 18:22 WIB

Penulis : Djohermansyah Djohan(Guru Besar IPDN, Dirjen Otonomi Daerah 2010-2014)

Di era globalisasi dan  digitalisasi dewasa ini, pemerintah pusat dan daerah tidak bisa lagi terlalu bertumpu pada isu ketentraman dan ketertiban, lalu meniadakan peluang mengembangkan ekonomi masyarakat. 

Dampak pandemi Covid yang telah memukul kehidupan masyarakat,  dimana-mana pemerintah berusaha keras memulihkan perekonomian.
Usaha itu dilakukan pemerintah bersama-sama dengan segenap pemangku kepentingan secara kolaboratif. Misalnya lewat konsep pentahelix yang melibatkan baik pemerintah, swasta, masyarakat sipil, akademisi, dan media.

Bahkan, tidak segan-segan pemerintah mencari dan menambah utang untuk memperbaiki kehidupan masyarakatnya agar bisa bangkit dari penderitaan.

Sekecil apapun peluang  dimanfaatkan, termasuk tentunya mengkapitalisasi  Citayam Fashion Week (CFW). Mereplikasinya.
Mempatenkan dan mengatur CFW agar bisa mendongkrak gerak ekonomi masyarakat  berkolaborasi dengan segenap pihak.

Pemerintah kreatif seperti inilah yang sekarang  dibutuhkan baik di tingkat pusat maupun daerah, di  bawah kepemimpinan menteri, gubernur, bupati, walikota, hingga kepala desa.
Bukan pemerintah yang main larang, sanksi, atau malah  mencopot ASN nya dari jabatan camat gara-gara menjadikan zebra-cross sebagai catwalk berlenggang lenggok.

Loading...

Artikel Terkait