Nasional

Aku Tengah Bersama Kemerdekaan

Oleh : luska - Selasa, 16/08/2022 09:17 WIB


Karya : Ibnu Wahyudi

aku tengah bersama kemerdekaan
seperti linglung ia mencari karung
juga kelereng bahkan pula belut
namun tak satu pun menjemput
semua ia rasa tersekap bingung
dan terperangkap ketidakpahaman

dalam kabut yang serba tak pasti
ia ingin membagi-bagi dirinya
tapi semua yang ditawari senyap
banyak harapan pelan melindap
meski ada momen yang sarat rasa
semua tiba hampir tanpa hati

mungkin ini memang pelajaran
sayangnya sedikit yang menyimak

16 Agustus 2020


Ibnu Wahyudi, kelahiran Boyolali, 24 Juni 1958, adalah pengajar tetap di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Tahun 1997—2000 ia menjadi pengajar tamu di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), Seoul. Selain mengajar di UI, ia juga menjadi pengajar tamu di Universitas Prasetiya Mulya (sejak tahun 2005), di Universitas Multimedia Nusantara (UMN; sejak tahun 2009), di Singapore University of Social Sciences (sejak tahun 2011), serta pernah pula di Jakarta International Korean School (2001-2010). 

Pendidikan sarjana dan pascasarjananya ditempuh di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (S.S. dan Dr.) serta di Center for Comparative Literature and Cultural Studies, Monash University, Melbourne, Australia (M.A.)
Beberapa karya sastra sudah ia publikasikan, antara lain adalah Masih Bersama Musim (puisi, 2005), Haikuku (puisi, 2009), Ketika Cinta (puisi, 2009), Nama yang Mendera (prosa, 2010), Perjalanan Tubuh (puisi, 2013), Haikuya (puisi, 2013), Sihir Syair (puisi, 2013), Gumam Gurindam (puisi, 2013), Pantun Ramadan (puisi, 2013), Kesetiaan yang Ia Titipkan (prosa, 2013), 100 Hari Puisi (puisi, 2016), Setengah Perjalanan (puisi, 2016), Dari Negeri Ironi (puisi, 2016), Jejak Jarak (puisi, 2017), Kata Mata (puisi, 2017), Gurindam Kekinian (puisi, 2017), Dalam Pesona Sijo (puisi, 2017), Aku Haiku Kau (puisi, bersama Fryda Lucyana, 2017), Pada Suatu Haru (puisi, 2020), Membeningkan Cipta (puisi, 2020), Tentang Rindu (puisi, 2021), dan Hujan Titik Titik (puisi, 2022).

Buku-buku sastra, kajian sastra, dan buku umum yang pernah disusun atau disuntingnya antara lain adalah Lembar-lembar Sajak Lama (1982), Pahlawan dan Kucing (1984), Konstelasi Sastra (1990), Erotisme dalam Sastra (1994), Menyoal Sastra Marginal (2004), Toilet Lantai 13 (2008), dan Ode Kebangkitan (2008), Mengendarai Pandemi dengan Empati (2021), dan Canda Ria ala Asrama (2022).

Sejak awal 1980-an sudah menulis artikel kebudayaan dan karya sastra yang dimuat di sejumlah media massa cetak harian seperti Kompas, Media Indonesia, Suara Karya, Pelita, Jurnal Nasional, Republika, Koran Tempo, dan Suara Merdeka, serta di sejumlah majalah atau jurnal nasional maupun internasional, seperti Tempo, Horison, Susastra, Jurnal Puisi, Optimis, Berita Buku, Cultural, Pendar Pena, Katajiwa, Semiotika, Laras, Syir’ah, Srinthil, Wacana, Semesta Seni, The Malay World, International Area Review, dan Dicapoem.

TAGS : Ibnu wahyudi

Artikel Lainnya