Opini

Ulang Tahun 49 tahun PDPI

Oleh : luska - Kamis, 08/09/2022 07:01 WIB

Penulis : Prof Tjandra Yoga Aditama (Ketua Majelis Kehormatan, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI))

Hari ini 8 September 2022 Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) berulang tahun ke 49, hampir setengah abad. Kini kita masih menghadapi pandemi COVID-19, dan semua kita masih ingat ketika varian Delta menyerang dan nyaris meluluh lantakkan pelayanan kesehatan kita. Ketika itu, para dokter Spesialis Paru yang semuanya merupakan anggota Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), bersama petugas kesehatan lain, benar-benar berada di front terdepan dalam menangani pasien baik yang ringan maupun yang sangat gawat. Sebagian dokter Spesialis Paru juga tertular COVID-19 dan sedihnya beberapa teman sejawat saya gugur dalam tugas.

COVID-19 merupakan salah satu bukti nyata peran dokter Spesialis Paru bagi negara dan bangsa. Patut diketahui bahwa masalah kesehatan paru tentu bukan hanya COVID-19, sehinga peran dokter spesialis paru amat luas dalam meningkatkan derajat kesehatan bangsa. Indonesia masih penyumbang kasus tuberkulosis (TB) ke tiga terbesar di dunia, dan sudah ada Peraturan Presiden No 67/2021 yang mengamantkan Indonesia eliminasi tuberkulosis di tahun 2030. Sejauh ini belum pernah ada Peraturan Presiden khusus untuk satu penyakit seperti yang ada untuk tuberkulosis ini, artinya jelas perlu mendapat dukungan semua pihak agar dapat terlaksana. Selain TB maka masih banyak penyakit paru lain seperti kanker paru, asma bronkial,  Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), penyakit paru kerja dll., termasuk juga berbagai jenis Infeksi paru dalam bentuk pneumonia seperti contohnya Legionella yang kini sedang outbreak di Argentina dan sudah pernah ada di Indonesia juga. Semua penyakit ini jelas merupakan kancah kerja sehari-hari para dokter spesialis paru. Selain dalam bentuk penyakit maka ada dua hal penting yang juga selama ini ditangani para dokter Spesialis Paru kita, karena menimbulkan dampak buruk pada paru dan pernapasan, yaitu kebiasaan merokok dan Polusi Udara, ke dua nya merupakan masalah cukup besar di negara kita.

Di ulang tahun ke 49 tahun ini tercatat ada 1584 dokter Spesialis Paru di Indonesia, Artinya belum mencapai rasio 1 spesialis paru untuk 100 ribu penduduk, masih kurang sekitar 1200 orang lagi, jumlah yang besar. Sekarang baru ada 13 program studi (ProDi) yang dapat mendidik dan meluluskan Dokter Spesialis Paru. Artinya, jumlah Universitas yang memiliki Program Studi Pendidikan dokter Spesialis Paru harus ditingkatkan serta proses pendidikannya perlu ditambah, dan untuk ini jelas perlu dukungan dan juga seyogyanya mendapat prioritas penting dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta Kementerian Kesehatan.

Baca juga : Gebrak dan Destar

Ilmu pengetahuan penyakit paru di dunia dan Indonesia terus amat berkembang pesat. Dalam rangka ulang tahun ke 49 tahun PDPI maka pada 7 September kemarin dilakukan presentasi berbagai topik ilmiah, saya membawakan tentang tuberkulosis, dan ada juga topik kanker paru, penyakit paru obstruktif, tindakan intervensi paru dll. Di bulan September ini juga akan diselenggarakan Pertemuan Ilmiah Khusus PDPI yang akan membahas berbagai aspek penyakit paru secara lengkap dan menyeluruh, dengan tema “Strategy for Emerging Diseases: Key Role of Lung Health”.

Kiprah dokter Spesialis Paru Indonesia selama ini sudah nyata terbukti, dan kami memang selalu siap menyumbangkan darma bakti utama bagi kesehatan bangsa dan bagi ilmu pengetahuan

 

Artikel Terkait