Jakarta, INDONEWS.ID - Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, Duta Besar Umar Hadi bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Chile, Wakil Ketua KADIN Indonesia, dan Para Duta Besar RI di kawasan Amerika Latin dan Karibia.
Ina-LAC Business Forum 2022 yang diadakan 17-18 Oktober 2022 mencetak rekor baru! Demikian informasi yang disampaikan Duta Besar Prayono Atiyanto selaku Koordinator I Bidang Sekretariat Panitia Ina-LAC Business Forum 2022 kepada Asri Hadi, Pemimpin Redaksi media digital indonews.id.
Indonesia-Latin America and the Caribbean (Ina-LAC) Business Forum 2022 dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, Duta Besar Umar Hadi tanggal 17 Oktober 2022. Acara pembukaan juga mendengarkan sambutan kunci secara daring oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P Marsudi.
Sedangkan dari negara-negara kawasan Amerika Latin dan Karibia diwakili oleh Alex Wetzig Abdale, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Chile secara luring.
Tahun ini traksaksi kesepakatan bisnis yang telah dihasilkan mencapai USD 16,57 juta di sektor pertambangan, pertanian dan investasi properti. Selain itu juga terdapat potensi bisnis senilai USD 162,48 juta di sektor manufaktur dan pupuk. Juga terdapat rencana investasi senilai USD 8 milyar oleh Vale SA (Brasil) bersama mitranya untuk pengembangan industri nikel di Indonesia.
Sejumlah kesepakatan juga telah ditandatangani di forum bisnis kali ini yaitu:Agreed Minutes Forum Konsultasi Bilateral ke-5 Indonesia-Chile, MoU antara KADIN Indonesia dan Kamar Dagang Sao Paulo Brasil, MoU antara PT Dami Mas Sejahtera dengan Diana Industries Venezuela, MoU antara PT Mitra Dinamika Sejahtera dengan APFIA SRL dan LoI antara Agro Investama Group dengan Groupo Campo Argentina
Rangkaian forum bisnis Ina-LAC tahun 2022 terdiri dari panel diskusi mengenai “Business Models in a Post-Pandemic Era; Towards Digitalization of the Economy”, business matching, dan business pitching.
Hasil forum bisnis Ina-LAC kali ini memberikan momentum untuk memperkuat lebih lanjut hubungan bisnis dengan negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Karibia. Pasar kawasan Amerika Latin dan Karibia memang perlu digarap lebih agresif yaitu dengan cara ekspansi melalui perjanjian dagang (termasuk Indonesia-Mercosur CEPA), pemanfaatan potensi di bidang ekonomi digital dan meningkatkan integrasi perekonomian Indonesia dan Amerika Latin dan Karibia ke dalam rantai pasok global khususnya di sektor ekonomi hijau. Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Luar Negeri RI bahwa perdagangan Indonesia dengan kawasan Amerika Latin dan Karibia hanya 0,4% dari total impor kawasan Amerika Latin dan Karibia dari dunia.
Sebagai informasi, Ina-LAC Business Forum telah digelar sejak tahun 2019. Pada saat pandemi Covid-19, Ina-LAC Business Forum tetap digelar pada tahun 2020 dan 2021 secara hybrid (luring terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan daring). Situasi pandemi yang agak sedikit mereda memungkinkan penyelenggaraan Ina-LAC Business Forum 2022 menghadirkan para pengusaha Amerika Latin dan Karibia secara luring dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, Duta Besar Umar Hadi pada kesempatan press briefing,18 Oktober 2022 menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak termasuk pers yang telah memberikan dukungan atas penyelenggaraan Ina-LAC Business Forum 2022.