Ujung Tombak Pemetaan Laut, Menko Marves: Pushidrosal harus Dapat Anggaran Dobel

Oleh : rio apricianditho - Selasa, 25/06/2024 14:36 WIB

Jakarta, INDONEWS.ID - Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) selaku ujung tombak pemetaan laut Indonesia anggarannya masih porsi kecil, untuk itu Menko Marves menilai lembaga ini harus mendapat anggaran dobel (dua kali lipat). Karena peluang Indonesia menjadi negara 'high income' ditangan Pushidrosal.

Hal itu disampaikan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan saat menjadi pembicara kunci Rakornas Hidrografi yang digawangi Hidrosal, di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Pusat.

Menurutnya, anggaran Pushidrosal harus diperbesar dan peralatan mereka harus lebih canggih, karena tidak ada pilihan lain. Karena sangat banyak yang harus dipetakan, dieksplorasi di bawah laut.

"Saya pikir ini jangan terlalu lama, dalam jangka 10 tahun ini sudah terealisir. Karena kalau dengan yang sekarang baru 19 persen yang dipetakan, yang diselidiki, ya kita 120 tahun lagi baru selesai itu", tandasnya.

Pushidrosal punya peran penting membawa Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2030. Bila kita lihat Australia yang sudah memetakan dasar laut yang berpengaruh pada banyak sektor. Seperti perikanan, transportasi, pariwisata dan lainnya, contoh  kapal pesiar asing masuk ke Bali, bila tak ada panduan peta Pushidrosal mereka tak akan masuk ke sana.

Hidrografi mendorong aktivitas pelabuhan pariwisata, beberapa hari lalu ada kapal ingin masuk ke Benoa, Lombok namun gagal karena tak memahami perairan di sana. Lalu Pushidrosal memberikan peta, barulah mereka berani masuk ke sana.

Sementara Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, anggaran untuk riset saat ini masih kecil, seperti ucapan Menko Marves negara maju itu anggaran risetnya besar.

"Pushidrosal anggarannya masih di bawah Angkatan Laut saja untuk kepentingan militernya. Untuk kepentingan sipilnya belum ada dukungan dari Bapenas", kilahnya.

Lalu dikatakan, untuk itu pihaknya mulai koordinasi dengan Bapenas, dan diharapkan nantinya ada anggaran tambahan untuk Pushidrosal guna mendukung riset atau survei terkait keselamatan navigasi yang semuanya untuk kepentingan sipil.

Pushidrosal juga akan diperkuat keberadaanya oleh Menko Marves termasuk fungsi serta perannya. Sedangkan untuk peralatan, saat ini TNI AL tengah membuat kapal survei baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Selain itu, rencana kedepan TNI AL akan membangun kapal hidrografi yang sebagian besar dibuat di dalam negeri. "Platformnya di dalam negeri, sedangkan peralatannya dari luar negeri.

Menurutnya, Pushidrosal bukan hanya untuk kepentingan militer tapi juga untuk kepentingan pembangunan nasional. Betapa penting pemetaan laut ini, dan survei yang dilakukan tidak hanya untuk keselamatan navigasi tapi juga hasil sumber daya laut.

70 persen wilayah Indonesia adalah lautan, betapa pentingannya wilayah perairan maka digelar Rakornas Hidrografi, yang diharapkan ada masukan dari institusi dan lembaga terkait. Dengan Hidrografi diharapkan akan memajukan pembangunan dan kesejahteraan nasional.

Artikel Terkait