Nasional

Kodam XVII/Cenderawasih Bantah Rumah Bupati dan Kantor Distrik Dijadikan Markas TNI

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 10/07/2025 21:50 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Kodam XVII/Cenderawasih membantah tudingan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB–OPM) yang menyebut TNI menggunakan rumah Bupati Puncak dan Kantor Distrik Omukia sebagai markas militer. Pernyataan ini disampaikan menyusul aksi pembakaran dua bangunan tersebut oleh kelompok separatis di Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Minggu (6/7/2025).

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Infanteri Candra Kurniawan, menegaskan bahwa informasi yang disebarkan oleh OPM tersebut tidak benar dan sangat disayangkan.

“Tidak benar TNI menjadikan rumah Bupati Puncak maupun kantor distrik sebagai markas atau pos militer,” ujar Candra dalam keterangan tertulis, Selasa (8/7).

Menurut Candra, keberadaan aparat TNI di wilayah Papua, termasuk di Kabupaten Puncak, bertujuan untuk menjaga keamanan dan melindungi masyarakat sipil, bukan untuk menggunakan fasilitas sipil sebagai pangkalan militer.

Candra juga membenarkan adanya aksi pembakaran yang dilakukan kelompok separatis di Kampung Ondugura, Distrik Omukia. Salah satu bangunan yang dibakar disebut sebagai rumah yang pernah dihuni oleh Bupati Puncak, Elvis Tabuni.

“OPM telah membakar rumah di wilayah Distrik Omukia. Salah satunya, berdasarkan informasi, merupakan rumah yang pernah ditempati oleh Bupati Puncak,” kata Candra.

Sebelumnya, juru bicara TPNPB–OPM Sebby Sambom mengklaim pihaknya bertanggung jawab atas aksi pembakaran rumah Bupati dan Kantor Distrik Omukia. Ia berdalih, tindakan tersebut dilakukan karena bangunan itu diduga telah difungsikan sebagai pos militer.

Kodam XVII/Cenderawasih menilai klaim tersebut sebagai alasan yang tidak berdasar dan menegaskan bahwa tindakan kekerasan yang menyasar fasilitas sipil justru merugikan masyarakat Papua sendiri.

Peristiwa ini menambah daftar panjang gangguan keamanan di wilayah Papua Tengah, terutama di daerah-daerah rawan konflik yang masih kerap menjadi target serangan kelompok separatis bersenjata. Aparat keamanan saat ini terus melakukan upaya pengamanan dan pendekatan persuasif terhadap masyarakat guna meredam eskalasi konflik.

Artikel Lainnya