Nasional

Nusa Apsara - empat esensi alam persembahan diaspora Indonesia di Frankfurt, Jerman

Oleh : luska - Jum'at, 05/07/2024 21:01 WIB


Oleh: Etty Prihantini Theresia, Frankfurt am Main

Pada hari Sabtu, 29 Juni 2024, di kota Frankfurt am Main, Jerman, telah digelar pertunjukan gala tari berjudul „Nusa Apsara – a journey of nature’s essence“ yang melibatkan lebih dari 35 penari dan 20 pemain angklung, serta didukung oleh sekitar 40 kru dan tenaga pendukung di balik layar.  Nusa Apsara mendapatkan pujian bertubi-tubi dari lebih dari 360 penonton yang hadir dalam dua sesi pertunjukan.

Konsep gala tari yang dipersiapkan oleh grup tari lokal Pesona Indonesia & Friends ini mempertunjukkan berbagai tarian tradisional dan kreasi modern Indonesia yang terbagi dalam empat babak, di mana masing-masing babak menampilkan satu elemen alam yaitu tanah, air, api, dan udara.

Masing-masing elemen diwakili oleh satu tokoh mitologi dan cerita rakyat Indonesia yang tentunya tidak asing bagi masyarakat Indonesia yaitu Dewi Sri mewakili elemen tanah, Nyi Rara Kidul mewakili elemen air, Anjani mewakili elemen api, serta Nawang Wulan mewakili elemen udara. Konsep ini dicetuskan dan diolah oleh tiga pengarah kreatif Nusa Apsara, yaitu Asika Meryl, Priska Alexandrie Balondo dan Brigitta Klaresta.  

Melalui proses latihan dan persiapan selama sekitar empat bulan yang diikuti oleh sekitar 40 penari, koreografer, pelatih tari, pengarah musik, serta pengarah teknik, akhirnya Nusa Apsara sukses dipentaskan di hadapan lebih dari 360 tamu, yang terdiri dari warga lokal Jerman, warga diaspora Indonesia, serta tamu-tamu kehormatan seperti Konsul Jenderal Republik Korea beserta istri, Konsul Jenderal Kolombia beserta istri, Wakil Konsul Jenderal Turki, serta tentu saja Konsul Jenderal Republlik Indonesia, Bapak Antonius Yudi Triantoro beserta istri dan jajaran staf KJRI Frankfurt yang telah mengundang perwakilan-perwakilan negara sahabat tersebut.  Sebagai kejutan pagelaran ini juga dihadiri Anggota MPR, Bapak Herman Khaeron, yang baru saja mendarat di Frankfurt untuk melakukan kunjungan kerja. 

Respon sangat positif diterima oleh panitia serta penari dari penonton yang telah menyaksikan pertunjukan ini. Secara umum baik warga diaspora Indonesia dan warga Jerman sangat terkesan dengan pertunjukan gala tari perdana di Jerman yang melibatkan orkestra angklung dari MKIF (Masyarakat Katolik Indonesia di Frankfurt dan Sekitarnya) yang tampil secara live untuk mengiringi beberapa tarian di dalamnya.  Banyak warga setempat yang tidak mengira bahwa pertunjukan ini dipersiapkan dan ditampilkan oleh masyarakat diaspora yang berkumpul dan berlatih secara berkala serta bersifat 100% sukarela, tanpa bayaran serta tidak melibatkan penari dan kru profesional.  Beberapa masyarakat diaspora Indonesia yang menonton telah mengungkapkan baik secara langsung maupun melalui sosial media bahwa mereka merasa sangat bangga bahwa diaspora Indonesia sanggup mempertunjukkan pagelaran yang berkualitas, profesional dan sangat menarik.

Hal ini tentunya menjadi angin segar bagi seluruh penari dan kru di balik pementasan ini yang tidak hanya datang dari kota Frankfurt am Main saja, namun dari banyak kota di negara bagian Hessen, bahkan dari negara-negara bagian lain, dengan adanya penari yang secara rutin hadir di latihan meskipun harus menempuh jarak lebih dari 90 kilometer dari kota domisilinya.  Ada pula anggota tim pendukung yang rela menempuh jarak hampir 400 kilometer dari kota Munich untuk mendukung pertunjukan ini dari balik layar.

Menikmati pertunjukan budaya Indonesia tentunya kurang lengkap tanpa tawaran ragam kuliner Indonesia. Oleh karena itu hadir pula sponsor acara ini dengan meja-meja yang menawarkan berbagai jenis hidangan Indonesia yang menggoyang lidah para penonton.  Bazar makanan ini dimeriahkan dengan berbagai menu dari makanan kecil seperti bakwan, jalangkote dan martabak manis, sampai makanan favorit Indonesia seperti bakso, nasi bakar dan nasi campur bali.  Tak ketinggalan hadir pula es campur yang dengan sempurna menemani para penonton di tengah hari Sabtu musim panas yang begitu hangat.

Seluruh acara ini tentu saja tidak akan bisa terselenggara dengan lancar tanpa peran serta partner dan sponsor acara.  JKI (Jemaat Kristus Indonesia) adalah salah satu rekan kerjasama yang luar biasa, yang selalu siap menyediakan tempat berlatih bagi Pesona Indonesia & Friends baik dalam proses persiapan pagelaran ini maupun untuk latihan berkala.  Tanpa kesediaan pelatih dan anggota grup angklung MKIF (Masyarakat Katolik Indonesia di Frankfurt dan sekitarnya) untuk berlatih ekstra tentunya konsep pagelaran tari dengan musik live tidak akan terwujud.    Internationales Theater Frankfurt yang menjadi lokasi diadakannya pertunjukan ini merupakan partner yang komunikatif, setelah suksesnya kerjasama pertama dalam pertunjukan sendratari yang diadakan pada tahun 2019.  Dukungan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Frankfurt tentunya menjadi salah satu kunci kelancaran penyelenggaraan acara ini.  Tanpa bantuan para mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PPI Frada dan KMKI Hessen tentunya acara ini tidak akan berjalan dengan baik.

Selain beberapa sponsor pribadi yang tidak ingin disebutkan namanya, para sponsor yang juga telah memeriahkan bazar kuliner Indonesia adalah Indonesian Express, Bali Bistro, Cafe Sugar Mama serta Masyarakat Muslim Indonesia e.V.  Para sponsor pengisi bazar ini juga merupakan contoh keberhasilan diaspora Indonesia dalam membuka usaha kuliner di luar negeri dalam berbagai bentuknya.  Semoga kerjasama serta kesuksesan acara gala tari Nusa Apsara ini semakin mengharumkan nama Indonesia di Jerman, serta berlanjut dalam acara-acara berkualitas selanjutnya.
 

TAGS : Nusa Apsara

Artikel Lainnya