Olah Raga

Thomas Cup 2026, Taufik Hidayat: Kegagalan Indonesia Harus Ditujukan ke Pengurus PBSI

Oleh : donatus nador - Jum'at, 08/05/2026 17:53 WIB


WakiL Ketua PP PBSI Taufik Hidayat menyampaikan permohonan maaf atas kegagalan Indonesia di Thomas Cup 2026.

Jakarta, INDONEWS.ID-- WakiL Ketua PP PBSI Taufik Hidayat menyampaikan permohonan maaf atas kegagalan Indonesia di Thomas Cup 2026.

Menurut Taufik kegagalan Indonesia di Thomas Cup harus diarahkan pada pengurus PBSI sebab para pemain sudah berjuang keras di lapangan.

Dengan menimbang pengalaman dan jam terbangnya sebagai atlet, Taufik mengakui bahwa kadang ada hasil yang tidak sesuai harapan.

"Saya juga [punya] pengalaman jadi atlet, bahwa semua atlet sudah berjuang di lapangan. Tapi kita bisa nilai dari sisi apa. Kadang di lapangan hasilnya tidak sesuai harapan," kata Taufik.

"Kami menyadari. Kalau mau menyalahkan jangan salahkan atlet," tutur Taufik dalam sesi konferensi pers di Pelatnas Cipayung, Jumat (8/5).

"Salahkan kami sebagai pengurus seperti apa. Karena menghasilkan juara itu butuh proses," Imbuhnya.

Diketahui, Indonesia mengalami kegagalan besar di Thomas Cup 2026. Alwi Farhan dan kawan-kawan terhenti di fase grup.

Ini menjadi catatan pertama dalam sejarah panjang Indonesia saat mengikuti Thomas Cup.

Setelah menang atas Aljazair dan Thailand di dua laga awal, Indonesia kalah dari Prancis dengan skor 1-4 di partai ketiga.

Kekalahan dengan skor 1-4 itu yang kemudian membuat Indonesia gagal lolos ke perempat final.

Sebelum laga Indonesia vs Prancis dimulai, Indonesia sejatinya bisa lolos ke perempat final dengan status runner up grup andai kalah `hanya` dengan skor 2-3.

"Kita lihat bahasa di media sosial banyak orang kecewa. Kami tidak menutupi. Secara umum perjuangan atlet sudah maksimal."

Namun, tidak bisa dipungkiri, lanjut dia, para pemain susah berjuang maksimal.

"Mereka menunjukkan semangat dan kerja keras untuk Indonesia," tandas mangan pemain bulu tangkis tunggal putra itu.

Taufik mengatakan, sebagai pengurus, pihaknya juga harus jujur bahwa pencapaian tidak sesuai ekspektasi.

"Atas nama PBSI kami memohon maaf terhadap pencapaian di Thomas Cup dan Uber Cup," ujar Taufik.

Artikel Lainnya