Jakarta, INDONEWS.ID - Menyatakan dukungan terhadap pasangan calon pemimpin daerah bukan gol dari alumni ITB, tapi deklarasi mendukung Pramono Anung sebagai Gubernur Jakarta berikutnya adalah awal dari upaya mereka mengusung Pramono menjadi pemimpin kota berlambang Monas.
Hal itu dinyatakan Rudolf Damanik ketua panitia deklarasi alumni ITB mendukung Pramono, menurutnya, di ketiga kontestan pilkada Jakarta ada unsur ITB namun pihaknya mengusung Pramono sebagai Gubernur Jakarta.
"Kenapa mas Pram, dia itu tidak memiliki musuh dan di terima di semua kalangan. Selama berada di lingkar kekuasaan namanya bersih, dan itu pantas didukung", tegasnya.
Bagi alumni ITB, program yang dibawa Pramono adalah program yang membumi. Pram tidak menjanjikan hal yang mengawang-awang, programnya menyentuh masyarakat. Menurutnya, karena Pramono turun ke masyarakat dan menemukan jawaban atas keluhan dari warga Jakarta.
Damanik berpendapat, salah satu program Pramono yang menjawab itu adalah bakal dibangunnya balai warga. Nantinya balai warga itu difungsikan untuk pertemuan antara warga dan pemimpinnya dari tingkat RT hingga pejabat di Balai Kota, di balai itu juga bisa difungsikan sebagai tempat berkebudayaan atau tempat resepsi pernikahan.
"Kita sering jumpai bila ada warga yang menggelar hajatan, jalan ditutup, ini kan juga masalah yang harus dibenahi. Maka program membangun balai warga itu menjadi solusi yang tepat", ujarnya.
Lalu Damanik mengatakan, deklarasi ini bukan akhir dari dukungan ke Pramono tapi awal mereka bergerak mensosialisasikan Pramono Anung dan Rano Karno. Alumni ITB lintas angkatan, Fakultas dan Jurusan siap mengenalkan Pramono ke masyarakat terutama kaum milineal.
Dari hasil survei, pasangan nomer urut 3 lebih banyak dikenal masyarakat yang usianya relatif sama dengan pasangan tersebut. Karena itu alumni ITB terutama angkatan tahun 2000-an akan bekerja maksimal di medsos untuk mensosialisasikan Pramono-Rano.
Nantinya alumni ITB angkatan tahun 2000-an akan fokus di medsos-medsos, bagaimana meteka bekerja, menurut Damanik, pihaknya memberi kebebasan para alumni itu mensosialisasikan Pramono, karena angkatan 2000-an lebih paham bermain medsos dibanding dirinya yang angkatan tahun 80-an.
Damanik berharap, setelah deklarasi ini, seluruh almuni ITB bekerja mengenalkan Pramono sebagai Gubernur yang pantas dan layak memimpin Jakarta. Alumni juga akan membuat program lanjutan dan turun ke masyarakat untuk memenangi Pramono di Pilkada Jakarta. Apalagi Jakarta sudah bukan Ibukota negara, karena itu Jakarta harus tetap menyala.