Nasional

Anggota DPD RI Kunjungi PNM Aceh, Dalami Skema Pembiayaan Pemberdayaan Perempuan

Oleh : Rikard Djegadut - Rabu, 06/05/2026 07:36 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Anggota DPD RI asal Aceh, Darwati A. Gani, melakukan kunjungan kerja ke PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Aceh dalam rangka masa reses, Selasa (4/5/2026). Kunjungan ini bertujuan memperkuat fungsi representasi dan pengawasan DPD RI terhadap mitra kerja Komite IV, sekaligus membuka peluang sinergi dalam penguatan ekonomi masyarakat berbasis pemberdayaan.

Dalam pertemuan tersebut, Darwati mempelajari secara langsung sistem pembiayaan dan pendampingan usaha yang dijalankan PNM, terutama yang menyasar perempuan pelaku usaha ultra mikro di Aceh. Ia menilai pemahaman menyeluruh terhadap mekanisme program menjadi penting sebagai dasar dalam mendorong kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Melalui masa reses ini, saya ingin melihat dan memahami secara langsung bagaimana sistem pembiayaan dan pemberdayaan ekonomi berjalan di lapangan, terutama yang menyentuh perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga,” ujar Darwati.

Pihak PNM Aceh menjelaskan bahwa program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) menjadi ujung tombak pemberdayaan perempuan prasejahtera melalui pembiayaan ultra mikro berbasis kelompok. Saat ini, jumlah nasabah PNM di Aceh mencapai sekitar 285.000 orang, dengan sekitar 284.000 di antaranya merupakan nasabah Mekaar.

Kepala Cabang PNM Aceh, Agung Utomo, menjelaskan bahwa pembiayaan dalam program Mekaar diberikan tanpa agunan dengan sistem kelompok. Meski pencairan dilakukan secara individu, pembayaran dilakukan bersama melalui pertemuan mingguan.

“Pinjaman awal berkisar hingga Rp2 juta dan dapat meningkat sesuai perkembangan usaha, dengan angsuran sekitar Rp50 ribu per minggu selama satu tahun,” jelasnya.

Selain pembiayaan, PNM juga memberikan pelatihan usaha, edukasi keuangan, hingga pendampingan legalitas seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal. Program ini telah menjangkau seluruh kabupaten/kota di Aceh, termasuk wilayah terpencil, meski masih menghadapi tantangan seperti rendahnya literasi keuangan dan maraknya praktik keuangan ilegal.

Menanggapi hal tersebut, Darwati menegaskan pentingnya penguatan peran perempuan dalam menopang ekonomi keluarga melalui dukungan pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Karena itu, program seperti Mekaar perlu terus diperkuat melalui sinergi antara lembaga keuangan dan pemerintah agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” tutupnya.*

Artikel Lainnya