Nasional

Presiden Gelar Rapat Paripurna, Minta Menteri Inventarisir Proyek Hilirisasi

Oleh : donatus nador - Rabu, 23/10/2024 22:33 WIB


Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat kabinet paripurna pertama masa pemerintahannya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10) sore. Foto dok/Istana

Jakarta, INDONEWS.ID- Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat kabinet paripurna pertama masa pemerintahannya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10) sore.

Rapat ini memberikan arahan kepada para menteri Kabinet Merah Putih yang dipimpinnya terkait arah pembangunan ke depan.

Salah satu yang menjadi fokus arahan presiden ke-8 RI itu adalah proyek-proyek hilirisasi yang menurutnya menjadi kunci kemakmuran rakyat ke depan.

Lantas Presiden Prabowo meminta kepada para menteri terkait di Kabinet Merah Putih untuk segera merumuskan, mencari dana dan memulai hilirisasi karena hilirisasi.

"Hilirisasi kunci daripada kemakmuran. Karena itu, saya minta menteri-menteri terkait, Menteri Investasi Hilirisasi, Menteri Bappenas, Menteri ESDM dengan beberapa menteri lain dibantu oleh tentu Menko Perekonomian dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional," kata Presiden Prabowo dalam arahannya.

"Saya minta segera inventarisir proyek-proyek penting dalam program hilirisasi kita," sambung mantan Danjen Kopassus itu.

Presiden juga menyinggung bahwa swasembada energi adalah hal yang mutlak. Ia mengingatkan patut disyukuri bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat besar.

Menurut Presiden, pemerintah tidak boleh ragu memanfaatkan sumber daya alam itu sebaik-baiknya.

Karena itu, kepada para menteri terkait, terutama Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dia meminta agar segera menginventarisasi proyek penting untuk hilirisasi.

Menteri terkait lainnya adalah Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Rosan Roeslani, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan.

Presiden mencatat ada sebanyak 26 komunitas proyek vital yang harus segera dirumuskan agar hilirisasi segera dimulai.

"Bikin daftar dan kita segera untuk mencari dana, sehingga kita bisa mulai hilirisasi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," kata Prabowo.

 

Artikel Lainnya