Jakarta, INDONEWS.ID - Sjafrie Sjamsoeddin resmi dilantik sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia untuk periode 2024-2029. Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin (21/10), dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Setelah itu, Selasa (22/10), digelar acara serah terima jabatan dari Menteri Pertahanan terdahulu, Prabowo kepada Sjafrie Sjamsoeddin. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian transisi kepemimpinan di Kementerian Pertahanan.
Di akhir acara, Presiden Prabowo menuliskan pesan yang ditujukan kepada komponen pertahanan. “Pertahankan Tanah Air dengan segala kekuatan yang anda miliki, sampai dengan nafas yang terakhir. Setia hingga akhir,” tulis Prabowo.
Mantan Menko Polhukam era Presiden Jokowi, Mahfud MD di sela-sela acara Sertijab mengatakan, Sjafrie merupakan sosok yang tepat untuk memimpin Kementerian Pertahanan.
"Iyalah (orang yang tepat), pastilah dipilih oleh Presiden itu pasti memenuhi syarat minimal yang dibutuhkan," kata Mahfud.
Mahfud mengaku lama mengenal Sjafrie dan kerap berdiskusi bersama soal pertahanan.
Profil Sjafrie Sjamsoeddin
Nama Sjafrie Sjamsoeddin bukan sosok baru di Kemenhan. Pasalnya, semasa Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan, ia diangkat menjadi penasihat khusus Kemenhan.
Sjafrie adalah lulusan AKABRI tahun 1974, dengan pangkat terakhirnya Letnan Jenderal (Purn). Sjafrie Sjamsoeddin. Dia pernah menjabat Wakil Menteri Pertahanan pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (2010). Selain itu, Sjafrie juga tercatat pernah menjabat Sekjen Kementerian Pertahanan (2005) dan terakhir Asisten Khusus Menhan Bidang Manajemen Pertahanan.
Sjafrie dikenal akrab dengan Prabowo, mengingat mereka adalah teman satu angkatan di TNI AD. Tak hanya itu Sjafrie juga merupakan mantan pengawal pribadi dari Presiden Soeharto.
Letjen Sjafrie Sjamsoeddin lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada tanggal 30 Oktober 1952. Sjafrie memiliki seorang istri bernama Etty Sudiyati dan dikaruniai dua orang anak.
Sjafrie besar di keluarga dengan latar belakang militer. Ayahnya yakni Letkol (Purn) Sjamsoeddin Koernia, adiknya juga anggota TNI, yakni Marsda TNI (Purn), Maroef Sjamsoeddin.
Letjen Sjafrie Sjamsoeddin adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1974. Berbagai pendidikan militer telah ditempuhnya, di antaranya, Sesarcabif, Dik PARA, Dik PARA Utama, Dik Free Fall, Komando, Dik Pandu Udara, Diklapa I, Diklapa II, Seskoad (1989), Sesko TNI, dan Lemhannas RI.
Sjafrie merupakan sosok yang punya karier cemerlang di dunia militer. Terbukti, ia telah menduduki berbagai jabatan strategis di TNI AD.
Sjafrie mislanya tercatat sempat menduduki posisi Satgas Kopassus Timor Timur (1990), Dangrup A Paspampres, Danrem 061/Surya Kencana (1995), dan Kasgartap-1 Ibu kota (1996).
Kemudian, Sjafrie menjabat Kasdam Jaya pada tahun 1996. Dan pada 1997, Sjafrie ditunjuk untuk menjabat sebagai Pangdam Jaya.
Setahun setelahnya, Sjafrie mendapat amanah untuk menduduki posisi Aster Kasum TNI. Pada 1998, Sjafrie dipercaya untuk menjadi Sahli Polhukam Panglima TNI. Lalu pada tahun 2001, Sjafrie diamanahkan untuk menjabat Koorsahli Panglima TNI. Satu tahun setelahnya, Sjafrie diangkat menjadi Kapuspen TNI pada tahun 2002. Selanjutnya di tahun 2005, Sjafrie diutus menjabat sebagai Sekjen Dephan hingga masa pensiunnya. *