Nasional

Iran Klaim Segera Raih Kemenangan di Tengah Negosiasi dengan AS

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 08/05/2026 12:35 WIB


 

Jakarta, INDONEWS.ID - Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref menyatakan negaranya akan segera merayakan kemenangan besar dalam konflik melawan Amerika Serikat.

“Kami akan segera merayakan kemenangan kami, dan sanksi serta tekanan yang telah dikenakan terhadap bangsa Iran selama beberapa tahun terakhir akan dicabut seiring dengan kemenangan besar bangsa Iran,” kata Aref seperti dikutip Press TV, Kamis (7/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah berlanjutnya pembicaraan terkait upaya mengakhiri konflik antara Iran dan Amerika Serikat dengan Pakistan bertindak sebagai mediator.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump terus mendesak Iran agar bersikap kooperatif dalam proses negosiasi. Trump bahkan optimistis kesepakatan dapat tercapai dalam waktu dekat.

Dalam keterangannya kepada wartawan di Gedung Putih, Trump mengaku telah melakukan “pembicaraan yang sangat baik” dengan Iran dalam 24 jam terakhir.

“Sangat mungkin kita akan mencapai kesepakatan,” ujar Trump pada Rabu (6/5/2026), seperti dikutip Al Jazeera.

Saat diwawancarai PBS, Trump juga menyebut peluang tercapainya kesepakatan sangat besar sebelum kunjungannya ke China pekan depan.

“Saya pikir ada peluang sangat bagus untuk ini berakhir, dan jika tidak, kami akan kembali membombardir mereka habis-habisan,” katanya.

Ketegangan di Selat Hormuz Kembali Memanas

Meski negosiasi terus berlangsung, pasukan Iran dan AS kembali terlibat saling serang di Selat Hormuz pada Kamis (7/5/2026).

Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan menargetkan kapal tanker minyak milik Teheran. Sementara itu, pihak AS menyebut Iran melakukan serangan “tak beralasan” terhadap tiga kapal perusak milik Washington.

Komandan Kepala Staf Gabungan AS Dan Caine menyebut Iran telah menyerang pasukan AS lebih dari 10 kali sejak gencatan senjata dimulai pada 8 April lalu. Namun, menurutnya, belum ada insiden yang memicu perang besar secara langsung.

Konfrontasi terbaru terjadi setelah militer AS melumpuhkan kapal tanker berbendera Iran, M/T Hasna, di perairan internasional Teluk Oman pada Rabu (6/5/2026).

AS mengklaim kapal tersebut melanggar blokade Washington terhadap jalur pelayaran menuju pelabuhan Iran. Langkah itu disebut sebagai respons atas kebijakan Iran yang masih memblokade Selat Hormuz.

Iran menolak kebijakan tersebut dan dilaporkan beberapa kali melepaskan tembakan ke arah kapal-kapal AS di kawasan tersebut.

Artikel Lainnya