Nasional

Keamanan Siber Kebutuhan Mendesak, Menko Polkam Diharapkan Mampu Jaga Stabilitas

Oleh : donatus nador - Selasa, 29/10/2024 20:32 WIB


Anggota Komisi I DPR RI Okta Kumala Dewi. Foto dok/DPR

Jakarta, INDONEWS.ID- Seiring kemajuan teknologi, risiko serangan siber meningkat dan dapat berdampak luas, baik terhadap sistem pemerintahan maupun sektor bisnis.

Prioritas pemerintah, dalam hal ini Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) pada keamanan siber dalam menghadapi tantangan di era digital sudah tepat.

Anggota Komisi I DPR RI Okta Kumala Dewi mengatakan itu dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (29/10).

Menurut Okta, penguatan pertahanan siber dan koordinasi antar-lembaga mampu menjaga stabilitas di tengah tantangan keamanan yang kian kompleks.

Sebab, saat ini eamanan siber bukan lagi isu pilihan, tetapi kebutuhan mendesak. "Serangan siber tidak hanya mengancam infrastruktur digital, tetapi juga kepercayaan publik terhadap pemerintahan," ujar Okta.

Okta optimistis Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan, mampu mengorkestrasi sejumlah permasalahan tersebut, mengingat rekam jejaknya di Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN).

"DPR menilai kebijakan tersebut sebagai langkah strategis yang sangat dibutuhkan di era digital saat ini, terutama mengingat serangan siber yang semakin mengancam keamanan data pemerintah dan masyarakat," katanya.

Okta menilai Menko Polkam Budi Gunawan telah menyatakan bahwa sinergi lintas kementerian dalam menangani isu keamanan siber menjadi langkah penting.

Dalam praktiknya, Kemenko Polkam mengoordinasikan berbagai kementerian dan lembaga untuk mengidentifikasi kerentanan siber dan menyiapkan respons terkoordinasi terhadap potensi serangan.

"Upaya ini diharapkan bisa menutup celah keamanan yang kerap terjadi akibat kurangnya koordinasi di antara lembaga yang menangani aspek keamanan digital," jelasnya.

 

Artikel Lainnya