Internasional

Presiden Putin Memilih Cuek Sikapi Terpilih Kembalinya Donald Trump dalam Pilpres AS

Oleh : donatus nador - Kamis, 07/11/2024 11:52 WIB


Berbeda dengan pemimpin negara lain seperti Singapura, Filipina dan Thailand yang memberikan ucapan selamat kepada Donald Trump karena terpilih kembali menjadi presiden Amerika Serikat (AS), Presiden Rusia Vladimir Putin malah bersikap cuek.

Jakarta, INDONEWS.ID- Berbeda dengan pemimpin negara lain seperti Singapura, Filipina dan Thailand yang memberikan ucapan selamat kepada Donald Trump karena terpilih kembali menjadi presiden Amerika Serikat (AS), Presiden Rusia Vladimir Putin malah bersikap cuek.

Putin dikabarkan tidak mau dan tidak akan memberikan ucapan selamat kepada Trump atas terpilihnya sebagai presiden AS dalam helatan Pilpres 5 November kemarin.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov sebagaimana dilaporkan AFP mengatakan, Putin akan menilai Trump berdasarkan tindakan konkretnya saat kembali menjabat Presiden AS.

"Kami akan menarik kesimpulan berdasarkan langkah konkret dan kata-kata yang konkret," ucap juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dikutip Kamis  (7/11/2024).

Diketahui, hubungan antara Rusia dan AS berada pada titik paling rendah sejak berakhirnya Perang Dingin.

Kemarahan Moskow memuncak saat meletus perang dengan Ukraina, di mana AS dan Sekutu  Barat dukung Ukraina.

Peskov  mengatakan bahwa Putin tidak ada rencana untuk memberikan ucapan selamat secara resmi kepada Trump.

"Jangan lupa bahwa kita berbicara tentang negara yang tidak bersahabat yang secara langsung, dan secara tidak langsung, terlibat dalam perang melawan negara kita," sebut Peskov.

Diketahui pula bahwa ketika Presiden Joe Biden memenangkan pilpres tahun 2020 lalu, Putin menjadi salah satu pemimpin terakhir yang mengucapkan selamat.

Pada saat itu, Putin baru mengirimkan pesan berisi ucapan selamat sekitar enam pekan setelah pemungutan suara digelar di AS.

Trump sebelumnya mengklaim akan mengakhiri pertempuran di Ukraina dalam waktu 24 jam jika dirinya terpilih menjadi Presiden AS.

Peskov menilai AS memang "mampu membantu mengakhiri konflik ini" di Ukraina, namun menurutnya, Washington juga "negara yang mengobarkan konflik".

Untuk diingat, hasil sementara Pemilu AS calon dari Partai Republik, Donald Trump ungguli pesaingnya dari Partai Demokrat dan petahana wakil presiden, Kamala Harris.

Sejumlah pemimpin negara-negara Asia Tenggara kini mulai memberikan ucapan kepada Trump. Juga sejumlah harapan dari berbagai pemimpin juga muncul.

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong berharap kemitraan negaranya dengan AS terus menguat di bawah kepemimpinan Presiden Trump.

Dalam pernyataannya di media sosial X dengan foto Donald Trump tersemat, Wong percaya bahwa AS “akan terus bertumbuh dan memimpin di tingkat global.

PM Singapura itu juga mengundang Trump untuk datang kembali ke Singapura.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos, dalam ucapan selamatnya kepada Trump, menyatakan bahwa kemenangan Trump juga menunjukkan kemenangan Rakyat AS.

“Saya memberi selamat atas kemenangan mereka dalam perbuatan yang menunjukkan kekuatan nilai-nilai Amerika kepada dunia,” kata Marcos dalam 

pernyataannya.

 

Artikel Lainnya