Jakarta, INDONEWS.ID - Relawan pemdukung pasangan nomer urut 1 Pilkada Jakarta membagikan sembako di tujuh lokasi di Jakarta Selatan, salah satunya di resto dan wedding hall Rumah Sarwono, Pasarminggu, Jakarta Selatan.
Masing-masing lokasi disediakan 500 kantong sembako, saat pelaksanaan acara cuaca sedikit kurang bersahabat, hujan deras mengguyur wilayah Jaksel namun hal itu tak menyuruti antusias warga yang ingin mengetahui program dari pasangan Ridwan Kamil - Siswono. Pemred indonews.id, Asri Hadi menyaksikan pembagian sembako tersebut di Rumah Sarwono.
Ratih Ketua MKGR Jakarta Selatan selaku ketua tim mengatakan, pembagian sembako ini merupakan program lanjutan saat Pilpres. Dimana masih banyak masyarakat yang membutuhkan program tersebut.
Selaku orang paham dengan perekonomian, Ratih yang juga anggota ekonomi kreatif DPD Golkar DKI paham betul apa yang dibutuhkan masyarakat. Maka bersama timnya ia bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain membagikan paket sembako.
"Tanpa syarat untuk menukar satu kantong sembako, asalnya dia ber-KTP Jakarta cukup dengan uang Rp.10 ribu bisa menukar paket sembako seharga Rp.150 ribu. Kami berbagi kebaikan, semoga masyarakat pun mau membagi kebaikan", ujarnya.
Diakui, untuk wilayah Jaksel memang hari ini (11/11) adalah hari pertama, sementara di wilayah lain sudah berjalan beberapa hari sebelumnya. Dan pembagian ini tak hanya hari ini, mereka akan terus membagikan sembako di lokasi-lokasi lainnya hingga menjelang pilkada usai.
Dikatakan, program pembagian sembako sejalan dengan program yang diusung pasangan nomer 1, dimana bila pasangan nomer 1 terpilih sebagai pemimpin Jakarta, pasar murah akan diadakan di setiap Kelurahan tiap bulan sekali atau di hari-hari besar keagamaan.
Karena itu Ratih berharap, tebus murah sembako terus dijalankan pasangan nomer 1 saat ini maupun bila mereka terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta. Timnya juga menaruh harapan pasangan nomer 1 menang, karena program mereka berpihak pada masyarakat seperti sekolah gratis, 1 miliar untuk 1 RW, dimana dana itu bisa digunakan sebagai solusi permasalahan yang ada, atau pelatihan kerja karena saat ini banyak generasi mudah yang sulit mendapat pekerjaan.