Nasional

Wamenaker Noel Sebut Kerja Sama dengan Jepang Langkah Nyata Hadapi Bonus Demografi

Oleh : very - Sabtu, 14/12/2024 08:22 WIB


Wamenaker Immanuel Ebenezer (ketiga dari kiri) dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Islam Kadiri (UNISKA) dan Penyalur Tenaga Kerja dari Jepang di Kediri, Jawa Timur, Jumat (13/12/2024). (Foto: Biro Humas Kemnaker)

Kediri, INDONEWS.ID - Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan mengatakan bahwa kerja sama internasional merupakan salah satu kunci untuk menjawab tantangan bonus demografi Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Islam Kadiri (UNISKA) dan Penyalur Tenaga Kerja dari Jepang di Kediri, Jawa Timur, Jumat (13/12/2024).

Wamenaker Noel menekankan bahwa Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan, mulai dari tingginya angka angkatan kerja, rendahnya kualitas dan produktivitas tenaga kerja, hingga terbatasnya kesempatan kerja.

"Kondisi ini mengharuskan kita untuk meningkatkan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Kerja sama dengan Jepang adalah salah satu upaya nyata untuk memberikan peluang pelatihan dan pengalaman kerja kepada generasi muda, sehingga mereka tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga etos kerja yang kuat," ujar Wamenaker Noel seperti dikutip dari siaran pers Biro Humas Kemnaker.

Wamenaker Noel juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, termasuk penggunaan AI (artificial intelligence) dan robotika, akan semakin mendominasi dunia usaha dan industri. Oleh karena itu, tenaga kerja yang tidak memiliki keterampilan khusus akan kesulitan bersaing.

"Program pemagangan di Jepang yang telah berjalan sejak 1993 menunjukkan hasil nyata. Hingga kini, lebih dari 126 ribu peserta telah memperoleh pengalaman kerja di Jepang. Mereka tidak hanya siap bersaing di dunia kerja global, tetapi juga mampu menjadi pengusaha mandiri saat kembali ke Indonesia," jelasnya.

Lebih lanjut, Wamenaker Noel menegaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya pada butir ketiga dan keempat yang menekankan penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan kewirausahaan, serta pembangunan sumber daya manusia.

"Dengan adanya bonus demografi, Indonesia memiliki potensi besar untuk menyediakan tenaga kerja bagi negara-negara seperti Jepang yang tengah menghadapi aging population. Namun, peluang ini harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja agar visi Indonesia menjadi negara maju pada 2045 dapat tercapai," tambahnya.

Melalui kerja sama ini, Wamenaker Noel berharap lebih banyak generasi muda yang siap bersaing di pasar kerja global. Dengan keterampilan teknis dan etos kerja yang diperoleh, para peserta program magang diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja baru di Indonesia. *

Artikel Lainnya