Nasional

Super Produktif! Mantan KSAU Luncurkan Buku Keamanan Penerbangan Jilid 2

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 17/12/2024 12:11 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) 2002-2005 Marsekal TNI (Purn), Chappy Hakim adalah satu dari segelintir mantan pejabat tinggi negara yang terbilang sangat produktif di bidang kepenulisan.

Bagaimana tidak, sosok satu ini telah "menelurkan" puluhan buku sepanjang perjalanannya di dunia tulis menulis. Menariknya, dia menfokuskan tema penulisannya di bidang penerbangan.

Dengan ini, Chappy Hakim adalah penulis langka yang mampu membahas secara komprehensif seluk beluk penerbangan Indonesia. Tak cukup mendedikasikan waktu dan pemikirannya di dunia kepenulisan, Chappy akhirnya memutuskan mendirikan sebuah lembaga studi Pusat Studi Air Power Indonesia (PSAPI).

Hari ini, sosok yang pernah menjadi penasihat di Asosiasi Aircraft Component Kementerian Perindustrian ini kembali meluncurkan buku terbaruya berjudul "Kemanan dan Penerbangan (Jilid 2): Romantika Demokrasi dan Kedirgantaraan".

Peluncuran buku ini sekaligus untuk menyemarakan peringatan hari jadinya yang tahun ini genap berusia 77 tahun. Buku ini diluncurkan sebagai bentuk dedikasinya untuk dunia penerbangan dan pertahanan udara di Indonesia.

Peluncuran bukunya kali ini, sebagaimana biasa, mendapat apresiasi dan sanjungan dari teman dan sahabatnya. Salah satunya dari Pemimpin Redaksi Indonews.id, Asri Hadi.

"Selamat untuk penulis paling produktif, sahabat saya Marsekal Chappy Hakim. Semoga selalu sehat dan sukses dan tidak henti-henti berbagi ilmu untuk Indonesia," kata Asri Hadi yang datang langsung di acara peluncuran di Ruang Kompas Institute di Gedung Kompas Gramedia, Jl. Palmerah Selatan, Jakarta.

Di kesempatan lain, Chappy menjelaskan bahwa buku tersebut berisikan kumpulan opini dirinya di dalam situs pemberitaan NetralNews.com sepanjang tahun 2024. Perihal ini, bertemakan tentang penerbangan dan seluruh pandangannya tentang kedirgantaraan TNI AU.

"Kadang tema itu muncul secara eksplisit, tetapi tak jarang juga secara implisit sebagai perspektif. Atau kacamata saya melihat dan merefleksikan suatu peristiwa," kata Chappy dalam keterangan pers, Sabtu (14/12/2024).

Sebelumnya, Chappy memang sudah aktif menulis artikel di kolom opini di beberapa media besar, yaitu Harian Kompas. Hal ini menandakan bahwa tulisannya sudah malang melintang di koran sejak tahun 1980.

Beberapa artikel pilihan Chappy Hakim di kolom Opini Kompas telah dikurasi dan disunting oleh jurnalis senior Kompas, Paulus Tristanto.

"Dirajut kembali sama Paulus hingga kemudian terbit dengan judul Pesawat Terbang itu Berbahaya oleh BPK tahun 2003," ujarnya. *

Artikel Lainnya