Jakarta, INDONEWS.ID - Perayaan Natal Jemaat Kristen Indonesia Gereja Kesadaran Peperangan Rohani (JKI GKPR) berlangsung meriah bertempat di Hotel Osaka PIK 2 Jakarta, pada Selasa 24 Desember 2024. Perayaan Natal mengangkat tema "Lihatlah Bintang-Nya di Timur".
Perayaan Natal diawali dengan Tarian Natal, Drama Natal, Puisi serta Puji-pujian persembahan Gita Surga Bergema.
Khotbah Natal disampaikan oleh Pendeta Ev Selumiel Takaliuang, S.Kom, MTh. yang mengungkapkan bahwa Bintang-Nya di Timur adalah petunjuk bahwa bintang itu telah menunjukkan Yesus yang lahir di Betlehem. Di mana bintangnya membawa keselamatan bagi seluruh umat manusia. Dan pada perayaan natal ini hendaknya kita mencari Yesus untuk bersujud dan memberikan persembahan Di Malam Natal ini.
Ketua panitia Natal JKI GKPR Rafli Rinaldi menyampaikan terima kasih kepada
Pembina JKI GKPR, Hengky Jita yang turut terlibat dalam perayaan Natal ini.
"Kami juga berterimakasih kepada Pdt Selumiel Takaliuang, yang telah berkhotbah luar biasa malam ini, dan Natal telah tiba dengan maknanya mewarnai hidup setiap orang percaya, serta mengingatkan kita akan KedatanganNya ke Bumi untuk menebus dosa kita semua. untuk itu kami dari Gereja Kesadaran Peperangan Rohani (GKPR) di dalam Perayaan Natal bersama tahun 2024 ini telah mengangkat tema Lihatlah Bintang-Nya di Timur"
Lebih lanjut Rafli Rinaldi menjelaskan, bahwa dalam rangkaian Perayaan Natal ini JKI GKPR telah melakukan serangkaian aktivitas Berbagi Kasih, melalui bakti sosial dan membantu kaum marginal di sekitar Jakarta
Bakti sosial diantaranya pada 13 Oktober 2024 kepada anak yatim-piatu yang ada di rumah singgah Nuansa Kasih Jakarta Barat, serta pada tanggal 15 November 2024 kepada kaum marginal dan anak jalanan yang ada di sekitar Masjid Istiqlal Jakarta Pusat, dan ketiga tanggal 7 Desember melayani anak-anak yang membutuhkan bantuan pendidikan di sekolah Solafide Jakarta Utara, untuk itu kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi dari seluruh donatur dan seluruh pengurus atas partisipasinya dalam kegiatan ini.
"Pada acara perayaan Natal malam ini saya berharap jangan cuma hanya sebatas ritual yang tiap tahun kita lakukan, namun Natal malam ini hendaklah kiranya bisa merubah paradigma kita untuk menjadi manusia baru, manusia yang sadar bahwa dosa-dosanya sudah ditebus oleh Tuhan Yesus yang mati di kayu salib" demikian penutup dari Rafli Rinaldi.
Dalam kesempatan yang sama Pembina Jemaat Kristen Indonesia GKPR, Hengky Jita juga berharap agar Natal ini, Kasih Kristus bisa terus dirasakan oleh orang Kristen secara khusus, dan masyarakat umum.
"Kiranya Kasih Kristus ini bisa terpancarkan dalam kasih sejati untuk mengasihi sesama manusia tanpa melihat kultural maupun budaya" harap Hengky Jita.