Jakarta, INDONEWS.ID- Status Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia berakhir hari ini, Senin (6/1/2025) usai PSSI mengumumkannya secara resmi.
Sejatinya, kontrak Shin Tae-yong baru saja diperpanjang hingga tahun 2027 mendatang. Namun, PSSI memastikan kompensasinya sudah disiapkan
Disebutkan bahwa PSSI dan Shin Tae-yong mengakhiri hubungan ini dengan baik. Alasan pemutusan kontrak karena Shin Tae-yong tidak menuhi target yang diinginkan PSSI.
Selanjutnya, PSSI susah menyiapkan pelatih baru untuk timnas Garuda. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjelaskan, calon pelatih baru timnas Indonesia akan tiba di Indonesia pada 11 Januari nanti.
Erick berjanji akan menyampaikan informasi lengkap terkait pelatih baru. Nantinya, kata dia, vsemua pihak akan mendapatkan informasi siapa pelatih anyar tersebut.
Dia hanya memberikan bocoran kecil bahwac pelatih skuad Garuda berasal dari Eropa dan sempat bermain untuk timnas Belanda.
"Kami sudah dapatkan calonnya nanti di tanggal 12 Januari jam 4 sore. Ada pihak media nanti tanya jawab siapa pelatih penggantinya," kata Erick Thohir kepada media, Senin (6/1/2025).
Lanjut Erick, pertemuan antara PSSI, pelatih baru, dan Menpora akan segera dilaksanakan. Menurutnya, untuk seorang pelatih perlu yang paham dengan kerja tim dan bisa bekerja maksimal untuk timnas Indonesia.
Sebab, pelatih timnas tidak bisa bekerja sendiri dan perlu kerja sama dari semua pihak demi membawa skuad Garuda terbang tinggi.
"Tanggal 11 Januari malam sudah mendarat. Dan 12 Januari media tanya jawab. Apa yang kita lakukan nanti pertemuan dengan Exco PSSI, Menpora dan fasilitas dimiliki," terangnya.
Erick melanjutkan, nantinya tidak hanya pelatih yang akan datang tetapi dia akan membawa asisten pelatih berkualitas.
"Komposisi pelatih juga bukan leadership sendiri dan team work secara menyuruh," lanjutnya
Dia menegaskan bahwa saat ini timnas Indonesia dalam jalur yang tepat untuk misi lolos ke Piala Dunia 2026 Zona Asia, posisi ketiga klasemen Grup C
Tentunya, dia berharap pelatih baru nanti bisa membawa Indonesia mencapai misi tersebut. "Pelatih nanti datang dengan berapa asisten pelatih yang kualitasnya tinggi," imbuhnya.
"Perjuangan kita menuju piala dunia kita coba kita atasi karena targetnya piala dunia. Keputusan ini dilakukan karena timnas milik Indonesia bukan siapa siapa."
"Tapi bagaimana kita memastikan bagaimana kita ukur sebaik baiknya lebih konsisten," smbungnya.