Bogor, INDONEWS.ID - Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kabupaten Bogor, Haji Agus Riadi mengatakan “Gerakan "Hijau" melambangkan syiar keagamaan. Namun syiarnya itu terbungkus dalam bingkai Merah Putih, Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Ciri gerakan harokah Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) adalah syiar keagamaan dalam bungkus merah putih, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Rahmah," ujar Kang Agus, sapaannya, didampingi Kh. Pujiyanto SPd selaku mitranya di kepanitiaan Pelatihan Manajemen Masjid Indonesia Rahmah, di Bogor, melalui siaran pers di Bogor, Selasa (2/12/2025).
“Kami benar-benar ingin menyuguhkan pelatihan ini bagi para pengurus DKM Masjid dan penggerak Dakwah, utamanya Kabupaten Bogor. Acara ini terbuka juga bagi peserta dari wilayah yang berbatasan dengan Bogor," lanjut Kang Agus.
Berlatar belakang foto Masjid Pondok Pesantren Budi Guna, Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, acara ini memiliki pesan yang dalam kepada para muharrik masjid.
"Hati kita gantungkan di Masjid. Dahi kita tenggelamkan di bumi. Supaya penduduk langit gempar. Lalu cahaya Illahi dan RahmatNya melesat mendekap kita," ujar Haji Agus.
Acara pelatihan Manajemen Masjid dan Dakwah Indonesia Rahnah tersebut digelar di Aula masjid Budi Guna, pada Jum`at 19 Desember 2025.
Peserta pelatihan dan tamu undangan akan berjamaah sholat Jum`at di Masjid Budi Guna, naik satu tingkat dari aula Masjid.
Panitia menginformasikan bahwa peserta pelatihan berasal dari utusan 200 Masjid se-Kabupaten Bogor.
Run down acara terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama adalah pembukaan seremonial mulai jam 08.30 pagi hingga 11.00 WIB. Acara ini akan dihadiri oleh tamu undangan, termasuk undangan VVIP tripida Kabupaten Bogor plus peserta pelatihan. Lalu "break" untuk sholat Jum`at dan makan siang. Direncanakan acara tersebut akan diikuiti oleh 400 orang.
Sesi kedua, dimulai jam 13.00 WIB sampai dengan 20.00 WIB akan disuguhkan setidaknya lima materi vital dalam Manajemen Masjid dan Dakwah Indonesia Rahnah.
Peserta pelatihan akan mendapat pemahaman yang utuh tentang fungsi utama masjid; tata kelola organisasi dan manajemen; memberi wawasan analisis TOWS (Tantangan, Peluang, Kelemahan, dan Kekuatan) Masjid di wilayah peserta pelatihan.
Peserta juga akan mendapat trik jitu terkait sumber keuangan dan cara mengambilnya yang dikemas dalam manajemen "sources of funds and how to distribution and develop it"; peserta dibekali pentingnya legalitas masjid dan cara memprosesnya; peserta pelatihan akan dibukakan link program pemerintah terkait ke-Mesjidan, kepesantrenan, potensi pemberdayaan ZIS dan wakaf-termasuk wakaf uang yang sedang trending.
Peserta juga akan dibekali kiat-kiat dakwah yang rahmah dalam bingkai NKRI; peserta diarahkan membangun interkoneksi dan saling bantu; peserta juga akan disambungkan dengan layanan perbankan syariah; serta materi penting lainnya.
Untuk memantau implementasi paska pelatihan, panitia pelatihan akan mengumpulkan rencana tindak lanjut secara tertulis dari para peserta pelatihan, kemudian diuji dan dipresentasikan yang akan dibagi dalam beberapa group diskusi.
Hasil diskusi menjadi poin-poin rencana kerja berikut strategi dan taktik pengurus DKM dalam memakmurkan masjid dan memberi kenyamanan kepada para jamaah serta upaya dalam peningkatan kesejahteraan umat di sekitar masjid; Kertas kerja RTL tiap pengurus masjid peserta pelatihan akan menjadi acuan (bench mark) dalam monitoring oleh Bamusi Kabupaten Bogor.
Sebagai apresiasi bagi para peserta pelatihan, Bamusi akan memberi sertifikat yang akan ditandatangani oleh Bamusi, DMI Jawa Barat dan atau Kemenag Kabupaten Bogor.
Supaya terbangun integritas dakwah yang rahmah dan loyalitas kebangsaan Indonesia, setiap peserta yang lulus dan mendapat sertifikat akan dibaiat dengan mencium bendera Merah Putih.
Adapun para nara sumber terpercaya dan menyandang pakar di bidangnya, antara lain :
- Kh. Mansur Syaerozie, MM - Ketua DMI Provinsi Jawa Barat, Mantan Ketya LTM PBNU;
- Kh. Abdul Manan Abdul Ghani - Ketua Bidang Dakwah MUI Pusat. Pernah menjadi Ketua PBNU yang mensupervisi LTMNU, LDNU dan Muslimat NU;
- Prof. Dr. Waryono Abdul Ghofur, MAg - Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf merangkap Direktur KUA Kemenag, RI, Guru Besar Tafsir UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ;
- Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, MS - Penasehat Pengurus Pusat Bamusi, Rektor Universitas UMMI Bogor, Guru Besar IPB Bogor dan Anggota DPR RI 2024-2029;
- H. Bram Syakir dari TOA;
- Bob Tyasika Ananta, MBA - Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia;
- H. Agus Riadi - Ketua Bamusi Kabupaten Bogor, mantan Ketua Lembaga Ta`mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kabupaten Bogor.
Oleh karena itu, segeralah mendaftar dan pastikan nama Anda teregister (setelah transfer) sebagai peserta Pelatihan Manajemen Masjid dan Dakwah Indonesia Rahmah.
Hubungi panpel di nomor 082124046552 ( juga untuk konfirmasi bukti transfer).
Infak/Investasi pelatihan Rp 300.000 per peserta atau boleh satu masjid menugaskan hingga 7 orang dengan infak maksimal Rp 1.500.000 (untuk 7 orang). *