Nasional

Peduli Lingkungan, Pemerhati Anak: Pembentukan Karakter harus Dimulai dari Keluarga

Oleh : rio apricianditho - Sabtu, 22/02/2025 20:31 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Ketika ada masalah sosial di seputar kita, masyarakat akan mengatakan karena kita tidak lagi diajarkan budi pekerti. Sejalan dengan hal itu pemerhati anak yang juga seorang psikolog mengatakan, pembelajaran karakter harus dimulai dari keluarga dan pemerintah wajib bekerja sama dengan masyarakat guna membangun karakter anak yang punya empati terhadap lingkungan dan orang lain.

Hal tersebut diungkap Dra. Diennaryati Tjokrosuprihatono, M.Psi., saat menjadi pembicara "Jakarta Berdialog" dengan tema 'Menuju Jakarta Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Budaya', di gedung GBN, Pejompongan, Jakarta Pusat. Dihadiri beberapa tokoh nasional dan pemerhati lingkungan, serta Pemred indonews.id, Asri Hadi.

Lebih lanjut cucu dari pahlawan nasional Mohammad Husni Thamrin itu mengatakan, ada yang kurang pas dari pendidikan saat ini, kita hanya mengajarkan pelajaran hitung-hitungan dan melupakan pendidikan karakter.

Lalu iya mengingat kehidupan kakeknya, Husni Thamrin sebagai orang 'gedongan' kakeknya tak dilarang bergaul dengan masyarakat kecil di sekitar rumahnya, kakeknya sepulang sekolah main dengan teman sebayanya yang tinggal di lingkungan kumuh, bahkan kakeknya pun berenang di kali Ciliwung padahal pulang pergi ke sekolah kakeknya naik Cadilac (mobil mewah di zamannya).

"Itu kenapa? karena orangtua kakeknya mendidik anak-anaknya untuk peduli dengan lingkungan sekitar dan berempati pada masyarakat kecil. Maka saat dewasa kakeknya kerap berbuat untuk masyarakat luas, itulah perjuangan beliau yang utama", ujar mantu dari eks Gubernur Jakarta Tjokropranolo.

Diennaryati pernah menjadi Duta Besar di Ekuador, saat menjadi bertugas di negara Amerika Latin itu, dirinya heran melihat anak-anak di sana mengantri untuk membuang sampah kala berada di taman kota, padahal masyarakat negeri ini serupa dengan masyarakat Indonesia yang kurang peduli dengan sampah. Dan ternyata setelah observasi budaya menjaga kebersihan itu terbentuk karena ada kemauan pemerintah lokal bersama masyarakat menciptakan budaya kebersihan.

Bila Jakarta ingin naik peringkat sebagai 50 besar kota global harus membangun karakter peduli lingkungan sejak dini. Pemerintah Jakarta harus bekerja sama dengan masyarakat membangun karaker masyarakat dimulai sejak usia dini. Anak-anak PAUD tak semestinya diajarkan matematika, tapi ditulari bagaimana sopan santun, menjaga kebersihan lingkungan, menanamkan budi pekerti dan banyak hal.

"Itu semua ada perangkatnya yang dimiliki Pemda Jakarta hingga ke RT-RW, dan selama ini kita melupakan mengajarkan ibu-ibu bagaimana mendidik anak yang punya karakter itu, yang diberikan hanya kesehatan mereka saja. Seharus para orangtua pun diberi pemahaman bagaimana 'parenting' sehingga anak-anak mereka pun punya kepedulian dan budi pekerti", ungkapnya.

Menurutnya, anak-anak harus punya waktu bermain jangan dipaksa belajar menghitung, karena masa kanak-kanak adalah masa bermain. Jakarta punya ratusan taman yang ramah anak, Pemda Jakarta bisa meniru apa yang dilakukan ibukota Ekuador, di taman itu anak-anak harus belajar mengantri, peduli lingkungan dan bekerja sama dengan orang lain.

Artikel Lainnya