Nasional

Kekerasan di Daycare, Pakar: Rusak Rasa Aman dan Kepercayaan Anak Sejak Dini

Oleh : very - Minggu, 03/05/2026 19:27 WIB


Kekerasan di Daycare. (Foto: Hukumonline)

 

Bogor, INDONEWS.ID  - Kepala Pusat Kajian Gender dan Anak (PKGA) IPB University, Dr Yulina Eva Riany menanggapi kasus dugaan kekerasan di daycare. Ia menyebut, kejadian itu bisa meninggalkan dampak serius terhadap perkembangan psikologis anak.

Menurutnya, pengalaman anak di masa awal kehidupan sangat menentukan pandanngan mereka terhadap dunia. “Usia dini adalah masa pembentukan rasa aman, regulasi emosi, kelekatan, dan kepercayaan dasar. Ketika pengasuh justru menjadi sumber ancaman, anak bisa mengalami kebingungan emosional dan melihat dunia sebagai tempat yang tidak aman,” ujarnya di Bogor.

Ia menjelaskan, dalam teori attachment oleh John Bowlby, anak membutuhkan figur pengasuh yang konsisten, responsif, dan memberikan rasa aman. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, hubungan dasar anak dengan lingkungan dapat terganggu.

Hal ini diperkuat oleh teori perkembangan psikososial Erik Erikson, khususnya fase trust vs mistrust pada usia 0–2 tahun. Pada tahap ini, anak mulai belajar memercayai orang di sekitarnya.

“Ketika kekerasan justru datang dari pengasuh, proses pembentukan kepercayaan itu bisa rusak. Anak dapat merekam bahwa lingkungan di sekitarnya tidak dapat dipercaya,” tambahnya.

 

Dampak Biologis

Dampak kekerasan pada anak tidak hanya tampak secara emosional, tetapi juga biologis. Dalam jangka pendek, anak dapat menunjukkan ketakutan berlebihan, menangis tanpa sebab yang jelas, sulit tidur, mimpi buruk, hingga regresi seperti kembali mengompol.

“Anak juga bisa menjadi lebih rewel, menolak berpisah dari orang tua, atau tiba-tiba takut masuk daycare,” jelasnya.

Lebih lanjut, pengalaman traumatis yang terjadi berulang bahkan dapat memicu toxic stress, yaitu kondisi stres berkepanjangan tanpa dukungan emosional yang memadai. Kondisi ini berisiko memengaruhi perkembangan otak dan kesehatan mental anak di masa depan.

“Dalam jangka panjang, dampaknya bisa berkembang menjadi gangguan kecemasan, kesulitan mempercayai orang lain, masalah perilaku, hingga trauma berkepanjangan,” katanya.

Temuan Centers for Disease Control and Prevention menunjukkan bahwa pengalaman buruk masa kecil (adverse childhood experiences/ACEs) berkaitan erat dengan kesehatan mental dan fisik hingga dewasa.

Dr Yulina menambahkan, pada anak usia toddler, trauma sering kali tidak muncul dalam bentuk cerita verbal, melainkan melalui perubahan perilaku.

“Anak bisa menjadi lebih agresif, menarik diri, kehilangan minat bermain, atau justru sangat pendiam. Bahkan, mereka bisa mengulang adegan menakutkan dalam permainan,” ungkapnya.

Menurut National Child Traumatic Stress Network, trauma dan gangguan attachment dapat membuat anak kesulitan mengatur serta mengekspresikan emosi. Karena itu, orang tua perlu peka terhadap perubahan perilaku anak setelah dititipkan.

Ia juga menyoroti krisis kepercayaan yang muncul akibat kasus daycare ini. Namun, ia menekankan bahwa kepercayaan tetap bisa dibangun dengan pendekatan yang lebih hati-hati.

“Kepercayaan harus berbasis verifikasi. Orang tua perlu memastikan legalitas, kualitas pengasuh, serta sistem pengawasan yang jelas,” tegasnya.

Langkah praktis yang dapat dilakukan antara lain observasi langsung lingkungan daycare, memastikan adanya SOP, serta membangun komunikasi rutin dengan pengelola. Transparansi seperti laporan harian dan akses pemantauan menjadi faktor penting.

Ia menegaskan bahwa daycare seharusnya tidak hanya menjadi tempat penitipan, melainkan ekosistem pengasuhan anak usia dini. “Pengasuh tidak cukup hanya ‘suka anak’. Mereka harus memahami perkembangan emosi, komunikasi anak, serta prinsip perlindungan anak,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam standardisasi, akreditasi, dan pengawasan daycare. “Pengalaman di usia dini membentuk fondasi kehidupan anak. Jika lingkungannya aman, daycare bisa mendukung tumbuh kembang. Namun jika tidak, dampaknya bisa sangat panjang,” pungkasnya. *

Artikel Lainnya