Nasional

Ketika Kabar Terkini dari Indonesia Kembali di Gelar di KBRI Beijing

Oleh : luska - Jum'at, 28/02/2025 17:34 WIB


Beijing, INDONEWS.ID – Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing kembali menggelar acara Media Gathering bertajuk "Kabar terkini dari Indonesia" yang dihadiri oleh lebih dari 60 jurnalis dari media-media terkemuka di Tiongkok. Acara ini bertujuan 
untuk memberikan informasi terkini mengenai perkembangan di Indonesia serta mempererat hubungan yang telah terjalin lama antara Indonesia dan Tiongkok.

Dubes Indonesia untuk Tiongkok, H.E. Djauhari Oratmangun, menyampaikan apresiasi 
kepada seluruh jurnalis yang telah berkontribusi dalam memperkenalkan Indonesia di Tiongkok.

"Media memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan antara kedua negara. Kami sangat menghargai kerja sama media dalam mempromosikan pemahaman yang lebih baik tentang Indonesia" ujar Dubes Djauhari. 

Memperingati 75 tahun hubungan diplomatik RI-Tiongkok tahun ini, Dubes Djauhari juga sampaikan pentingnya dukungan media untuk turut memperluas semangat dan momentum perayaan.
Dubes Djauhari menyampaikan perkembangan terkini Indonesia di bawah kepemimpinan 
Presiden Prabowo Subianto.

"Presiden Prabowo berkomitmen untuk membawa 
Indonesia mewujudkan Visi Emas Indonesia 2045, ujar Dubes Djauhari.

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya peningkatan ketahanan nasional melalui penguatan sektor pangan, energi, digital, dan pertahanan. Indonesia, dengan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan mencapai 5,1% pada 2025,  menunjukkan ketahanan yang kuat dalam menghadapi ketidakpastian global. Hal ini 
dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi yang mendukung stabilitas fiskal, konsumsi domestik yang solid, serta peningkatan investasi di sektor-sektor prioritas seperti hilirisasi, keamanan energi dan pangan, dan ekonomi digital. 

Selain itu, berbagai program sosial yang mendukung pembangunan yang berkelanjutan, seperti Makan Bergizi Gratis untuk siswa dan Cek Kesehatan Gratis, menjadi bagian integral dalam strategi ekonomi nasional.

Dubes Djauhari kemudian meminta Atase Perdagangan, Budi Hansyah; Sekretaris Pertama Ekonomi, Ari Handayani; Atase Imigrasi, Herawan Sukoaji; dan dari Fungsi Penerangan Sosial Budaya, Dewi Irianingsih untuk mengelaborasi lebih lanjut mengenal kerja sama perdagangan, investasi, pariwisata dan golden visa dengan menggunakan 
Bahasa Mandarin. 

Di bidang perdagangan, berdasar data Kepabeanan Tiongkok (GACC), tahun 2024 Tiongkok tetap menjadi mitra dagang terbesar Indonesia senilai USD 147,78 miliar, meningkat 6,4%. Di bidang investasi, realisasi investasi Tiongkok tahun 2024 tercatat USD 8,1 miliar, meningkat 9,4%. Sementara dari Hong Kong senilai USD 8,2 miliar. 

Sementara di bidang pariwisata, wisatawan Tiongkok ke Indonesia tahun 2024 tercatat 
1,1 juta wisatawan. KBRI Beijing terus mempromosikan destinasi wisata Indonesia Bali 
and beyond yang kaya akan keindahan alam dan budaya.

Tak kalah pentingnya kerja sama Pendidikan dan kebudayaan juga berkembang positif seperti dalam bidang pertukaran budaya dan pendirian pusat kebudayaan Indonesia di universitas-universitas di Tiongkok. 

Kedutaan Besar Indonesia juga mendorong mitra di RRT untuk memanfaatkan program Golden Visa yang telah mulai diluncurkan tahun lalu. Program ini memberikan kesempatan bagi investor asing untuk tinggal dan berinvestasi di Indonesia dalam jangka 
panjang, khususnya di sektor-sektor yang mendukung pembangunan ibu kota negara 
baru, Nusantara.

Sebelum menghakhiri, Dubes juga mengundang Einar Tangen, komentator terkemuka CGTN (China Global Television Network) untuk sampaikan sambutan singkat. Einar mengapresiasi pesatnya perkembangan kerja sama bilateral RI-Tiongkok, antara lain di bidang perdagangan yang dalam 7 tahun terakhir meningkat hampir dua kali lipat. 

Investasi Tiongkok juga meningkat drastis termasuk di bidang hilirisasi industri yang mendukung peningkatan added value sumber daya alam Indonesia dan mendukung penciptaan lapangan kerja. 

Dubes Djauhari mengakhiri acara dengan mengucapkan terima kasih kepada media yang 
telah berperan dalam memajukan hubungan Indonesia-Tiongkok.

"Memanfaatkan momentum perayaan 75 tahun hubungan diplomatik, kami berharap kemitraan strategis komprehensif kedua negara akan semakin intensif dengan kerja sama yang saling  menguntungkan di berbagai sektor. Media akan selalu menjadi mitra yang sangat penting 
dalam perjalanan ini," tutup Dubes Djauhari.

Di sela program, Dubes Djauhari juga melakukan wawancara eksklusif dengan 5 media cetak, televisi dan online terkemuka RRT, membahas perkembangan kerja sama ekonomi kedua negara dan rencana perayaan 75 tahun hubungan bilateral RI-RRT.

TAGS : KBRI Beijing

Artikel Lainnya