Nasional

Pesawat Jetstar Bali - Melbourne Terpaksa Kembali ke Denpasar Usai Penumpang Coba Buka Pintu Darurat

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 03/04/2025 08:44 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Penerbangan Jetstar JQ-34 yang berangkat dari Bali menuju Melbourne pada Senin malam, 31 Maret 2025, terpaksa kembali ke Bandara I Gusti Ngurah Rai setelah seorang penumpang berusaha membuka pintu darurat pesawat. Insiden ini mengakibatkan alarm pesawat berbunyi dan memaksa maskapai untuk mendarat kembali di Bali.

Bintang realitas Australia, Brooke Jowett, yang turut berada dalam penerbangan tersebut, menceritakan kejadian tersebut melalui unggahan di Instagram. Ia menulis bahwa dua jam setelah pesawat lepas landas, seorang perempuan mencoba membuka pintu darurat pesawat karena ingin turun di tengah udara.

"Benar-benar mimpi buruk. Harus berbalik dan mendarat kembali di Bali agar dia ditangkap. 260 penumpang marah dan takut. Polisi mengawalnya turun dari pesawat," tulis Jowett, seperti dilansir The Independent, 1 April 2025.

Sebelum percobaan membuka pintu darurat, diketahui bahwa perempuan tersebut terlibat dalam pertengkaran dengan kru penerbangan mengenai kursi yang ingin ia duduki, yang dilengkapi dengan sandaran kursi yang bisa direbahkan.

Ketika perempuan tersebut berusaha membuka pintu darurat, seorang pria yang merupakan polisi tidak bertugas di pesawat berhasil menariknya menjauh dari pintu dan mencegah tindakan lebih lanjut. Pria tersebut berhasil mengendalikan situasi yang berpotensi membahayakan penerbangan.

Dalam pengumuman di kabin, kapten pesawat memberi tahu penumpang bahwa seorang wanita di bagian belakang pesawat mencoba membuka pintu darurat. "Kami mendapat peringatan pintu di bagian depan pesawat... tindakan yang paling aman adalah kembali ke sini dan kembali ke darat," ujar pilot.

Pesawat yang lepas landas dari Denpasar pada pukul 20.29 WITA akhirnya berbalik arah di atas Samudra Hindia, sekitar satu jam setelah penerbangan dimulai, dan mendarat kembali di Bali. Berdasarkan data dari FlightAware, pesawat tersebut kembali ke Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk memastikan keselamatan penumpang dan kru.

Jetstar mengonfirmasi bahwa penumpang yang mengganggu tersebut dikeluarkan dari pesawat oleh pihak berwenang di Bali. Dalam pernyataannya, maskapai penerbangan berbiaya rendah asal Australia itu menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan pelanggan serta kru adalah prioritas utama mereka. Maskapai juga mengingatkan bahwa perilaku yang mengganggu dan tidak dapat diterima seperti ini tidak akan pernah ditoleransi dalam penerbangan mereka.

Penumpang yang terpengaruh oleh pembatalan penerbangan ini telah diberikan penerbangan alternatif untuk melanjutkan perjalanan mereka.

Artikel Lainnya