Nasional

Tak Minta Daftar Pertanyaan Sebelumnya, Presiden Prabowo Langsung Jawab Pertanyaan Para Pemimpin Redaksi

Oleh : very - Senin, 07/04/2025 10:24 WIB


Presiden Prabowo Subianto dengan para pemimpin redaksi. (Foto: Kompas)

Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Prabowo Subianto menjawab langsung berbagai pertanyaan dari tujuh (7) pemimpin redaksi dari sejumlah media massa, di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, pada Minggu (6/4).

Presiden Prabowo menjawab pertanyaan seperti terkait dengan IHSG, nilai tukar rupiah, UU TNI, hingga dampak dari kebijakan pemberlakuan tarif dagang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Pemred IDN Times Uni Lubis yang ikut dalam rombongan tersebut mengatakan mengapresiasi sikap Presiden Prabowo yang tidak meminta daftar pertanyaan sebelumnya - sebagaimana lazimnya dalam wawancara eksklusif seperti dengan para menteri – namun menjawab semua pertanyaan.

“Menurut saya itu hal yang baik (Presiden Prabowo tidak minta daftar pertanyaan), karena masih ada narasumber yang suka nanya dulu pertanyaannya apa. Presiden siap menjawab pertanyaan apa saja, siap untuk dikritik, siap untuk di-challenge back dari jawabannya, dan semua pertanyaan dijawab cukup lengkap,” kata Uni, Minggu, dikutip dari video YouTube Kompas TV.

Uni mengatakan, forum tersebut mencerminkan niat dari Presiden Prabowo untuk memperbaiki komunikasi publik pemerintah selama ini.

Presiden juga menyinggung evaluasi terkait komunikasi publik selama ini yang dinilai belum maksimal. Hal itu terjadi karena kurangnya pemahaman pihak yang ditugaskan tersebut untuk menyampaikan pesan pemerintah kepada masyarakat.

“Nampaknya orang-orang yang menyampaikan komunikasi selama ini, satu orang baru, tidak punya pemahaman mengenai public communication (komunikasi publik). Kemudian yang kedua, juga tidak secara langsung mengetahui proses pembuatan keputusan yang berakibat bagi publik,” ujarnya.

Menurutnya, pertemuan tersebut merupakan langkah baik menuju keterbukaan dan komunikasi publik yang lebih sehat antara pemerintah dan media.

Sementara itu, founder Narasi, Najwa Shihab, mengungkapkan pengalamannya dalam acara tersebut. Dia menyebut momen tersebut berlangsung terbuka dan tanpa batasan pertanyaan.

Najwa mengatakan, selama sesi wawancara, para jurnalis diberi kebebasan penuh untuk mengajukan berbagai pertanyaan, termasuk pertanyaan lanjutan dari jawaban Prabowo.

“Yang menarik adalah sejak awal memang tidak pernah ada batasan mau bertanya apa, silakan saja,” katanya.

Dia mengatakan format wawancara diatur agar para jurnalis menyampaikan satu pertanyaan utama dan satu pertanyaan lanjutan secara bergiliran.

Namun, dalam praktiknya, Presiden Prabowo bersikap terbuka terhadap pertanyaan tambahan.

Najwa menilai format wawancara seperti ini bisa menjadi tradisi baru dalam membuka akses media menuju Presiden Prabowo, dan membuka ruang dialog yang sehat antara pemerintah dan masyarakat.

Pasalnya, keragaman media yang dilibatkan akan memperluas perspektif yang ditampilkan kepada publik.

Karena itu, dia berharap pendekatan semacam ini dapat menjadi jembatan yang memperkuat partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan nasional.

“Saya percaya semakin terbuka, semakin transparan, maka publik juga akan semakin bisa terlibat dalam proses pengambilan keputusan,” katanya.

Para pemred/jurnalis senior yang hadir antara lain ⁠Pemred detikcom Alfito Deannova Gintings, ⁠Pemred tvOne Lalu Mara Satriawangsa, Pemred IDN Times Uni Lubis, ⁠Founder Narasi Najwa Shihab, ⁠Pemred Harian Kompas Sutta Dharmasaputra, ⁠Pemred SCTV-Indosiar Retno Pinasti, News Anchor TVRI Valerina Daniel sebagai moderator. Acara dimulai pada pukul 09.00 pagi hingga hampir pukul 13.00 WIB. *


Artikel Lainnya