Jakarta, INDONEWS.ID – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperluas jangkauan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) di wilayah Malang Raya.
Saat ini, tercatat sebanyak 231 ribu nasabah aktif telah tergabung dalam program tersebut. PNM menargetkan peningkatan jumlah nasabah menjadi 260 hingga 270 ribu orang pada tahun 2025.
Direktur Operasional PNM, Sunar Basuki, menyebut bahwa potensi pertumbuhan di Malang Raya masih sangat besar, terutama karena banyaknya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang belum terjangkau pembiayaan dan pembinaan.
“Wilayah ini potensial, dalam artian masih ada yang belum dibiayai Mekaar, sehingga masih ada ruang diberikan target lebih,” ujar Sunar, Jumat (11/4/2025).
Tak hanya memberikan akses permodalan, PNM juga fokus pada pendampingan intensif kepada para nasabah. Dari pembukuan sederhana, pemisahan keuangan rumah tangga dan usaha, hingga pelatihan pemasaran digital melalui platform daring menjadi bagian dari materi pendampingan.
“Sekarang ini trennya penjualan online, itu yang kami bantu. Kami mengajarkan cara-cara praktis agar usaha bisa berkembang,” jelas Sunar.
Pendampingan lainnya mencakup aspek legalitas usaha, seperti pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ia menambahkan bahwa sekitar 70 persen dari nasabah Mekaar di Malang Raya bergerak di sektor perdagangan, khususnya kuliner.
Kemenko PM Apresiasi Pendampingan Berkelanjutan
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi dan Perlindungan Pekerja Migran Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Leontinus Alpha Edison, memberikan apresiasi terhadap pola pendampingan yang dilakukan oleh PNM.
Menurutnya, pendampingan yang berkelanjutan menjadi kunci utama dalam mendorong usaha kecil untuk naik kelas. Hal ini juga sejalan dengan visi Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar.
“Mekaar ini program bagus karena tidak hanya pembiayaan, tetapi juga pendampingan. Ini adalah kunci agar usaha lebih maju. Teman-teman di PNM terus melakukannya secara konsisten,” ujar Leontinus.
Secara nasional, program Mekaar saat ini telah memiliki 15,5 juta nasabah. PNM menargetkan peningkatan jumlah tersebut menjadi 16 juta orang pada tahun 2025, dengan Malang Raya sebagai salah satu wilayah prioritas.