Jakarta, INDONEWS.ID – Dunia hukum Indonesia berduka. Pengacara senior yang dikenal luas melalui kiprahnya dalam berbagai kasus besar, Hotma Sitompul, meninggal dunia pada Rabu (16/4/2025) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Jakarta.
Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Yudha Khana, salah satu advokat dari kantor hukum Hotma Sitompul Law Firm.
"Meninggal di ICU RSCM Kencana," ujar Yudha, dikutip dari Kompas.com.
Hotma Sitompul, S.H., M.Hum merupakan salah satu figur sentral dalam dunia advokat tanah air. Dikenal dengan ketegasannya dan konsistensinya dalam membela klien, ia telah menangani berbagai perkara besar yang menyita perhatian publik.
Berlatarkan keturunan Batak, Hotma adalah ayah sambung dari Bams, vokalis band Samsons, dan saudara kandung dari politisi serta pengacara Ruhut Sitompul. Ia menikah dengan Desiree Tarigan pada tahun 1997.
Karier hukumnya dimulai sebagai staf di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pada periode 1977–1980, di bawah kepemimpinan almarhum Dr. Adnan Buyung Nasution. Dedikasinya dalam dunia bantuan hukum tidak berhenti di sana. Pada tahun 2002, ia mendirikan LBH Mawar Sharon yang fokus memberikan akses hukum bagi masyarakat miskin, lemah, dan kurang paham hukum.
Nama Hotma semakin dikenal luas saat menjadi kuasa hukum dalam sejumlah kasus besar. Pada 2013, ia membela Raffi Ahmad dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Lalu pada 2018, ia menjadi pengacara Richard Muljadi dalam kasus kepemilikan kokain, serta membela Margriet, ibu angkat dalam kasus kematian Angeline—kasus yang juga sempat mempertemukannya secara hukum dengan pengacara kondang Hotman Paris.
Pada 2019, Hotma juga dipercaya oleh aktor Baim Wong dalam sengketa perdata melawan Astrid, pemilik QQ Production.
Almarhum merupakan lulusan pascasarjana dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan dikenal luas sebagai pengacara yang vokal, berpengalaman, dan berdedikasi tinggi terhadap keadilan.
Kepergian Hotma Sitompul meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan rekan sejawat, tetapi juga bagi dunia hukum Indonesia yang kehilangan salah satu tokoh terbaiknya.*