Nasional

PNM Perluas Akses Pendidikan Lewat Ruang Pintar, Sentuh Lebih dari 5.000 Anak Sepanjang 2024 di Seluruh Indonesia

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 22/04/2025 13:30 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menegaskan komitmennya terhadap pendidikan anak-anak Indonesia melalui program Ruang Pintar, yang kini telah hadir di 132 titik di seluruh Tanah Air.

Sepanjang tahun 2024, program ini telah menjangkau 5.289 anak usia sekolah dari berbagai wilayah, terutama yang berasal dari keluarga prasejahtera.

Ruang Pintar merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dirancang untuk memberikan pendidikan berkualitas, sekaligus menjadi ruang belajar yang menyenangkan, edukatif, dan dilengkapi dengan teknologi digital terkini. Tujuannya adalah untuk mendorong kualitas pembelajaran yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menegaskan bahwa Ruang Pintar merupakan bentuk keberpihakan nyata PNM terhadap masa depan generasi penerus bangsa.

“Kami percaya bahwa pendidikan adalah pondasi utama untuk menciptakan generasi masa depan yang unggul. Melalui Ruang Pintar, kami ingin memastikan bahwa anak-anak dapat memiliki akses terhadap pendidikan yang layak, berkualitas, dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Arief.

Lebih dari sekadar program belajar, Ruang Pintar hadir untuk membentuk ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Arief berharap kehadiran program ini bisa menjadi titik tumbuh bagi anak-anak untuk mengenali potensi diri, memperluas wawasan, dan menumbuhkan semangat belajar sejak dini.

“Harapan kami, Ruang Pintar menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak. Kami juga mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar dampaknya semakin luas dan berkelanjutan,” tambah Arief.

PNM melalui Ruang Pintar juga berperan aktif dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang pendidikan yang inklusif dan berkualitas untuk semua lapisan masyarakat.

Dengan terus berkembangnya Ruang Pintar, PNM membuktikan bahwa upaya pemberdayaan masyarakat tak hanya berhenti pada aspek ekonomi, tetapi juga menyentuh sektor fundamental seperti pendidikan, demi menciptakan masa depan Indonesia yang lebih cerah.*

Artikel Lainnya