Nasional

PNM Dorong Perempuan Bangkit Lewat Usaha Ultra Mikro: Ibu Tiar Tunjukan Bukti Nyata

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 22/04/2025 13:41 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan perempuan melalui usaha ultra mikro. Salah satu wujud nyata keberhasilan program ini terlihat dari sosok Ibu Tiar, seorang perempuan tangguh asal Kota Medan yang mengubah keterbatasan menjadi kekuatan untuk membangun masa depan.

Tinggal di rumah kayu sederhana di pinggir rel kereta api aktif, Ibu Tiar tetap gigih mengumpulkan barang-barang bekas seperti botol plastik dan limbah rumah tangga. Keterbatasan fisik akibat penyakit tulang tak menyurutkan semangatnya. Bersama suaminya, ia merintis usaha pengepulan dari nol, berbekal karung bekas dan tekad kuat.

Awal perjalanan tidak mudah. Minimnya modal dan wawasan menjadi hambatan besar. Namun, titik terang muncul ketika Ibu Tiar bergabung dengan PNM Mekaar, program pembiayaan dan pendampingan usaha ultra mikro dari PNM.

Pinjaman pertama sebesar Rp2 juta digunakannya untuk membeli bak penampungan dan membuka usaha tambahan seperti penjualan pulsa dan gas elpiji 3kg.

Tidak hanya menjadi penerima manfaat, Ibu Tiar juga mengambil peran sebagai Ketua Kelompok Bahari. Ia aktif mengikuti pelatihan-pelatihan PNM, dari kewirausahaan hingga manajemen keuangan. Dari pelatihan inilah, ia mulai mencatat keuangan, menyusun strategi usaha, hingga memperluas pemasaran.

Dalam enam tahun, hasil kerja kerasnya membuahkan hasil. Rumahnya kini berfungsi ganda sebagai pusat pengepulan barang bekas di lingkungan sekitar. Dari pinjaman awal Rp2 juta, kini Ibu Tiar mengelola pembiayaan hingga Rp11 juta dan terus aktif sebagai nasabah binaan PNM Mekaar.

“Usaha yang sungguh-sungguh, dibekali doa dan kesabaran, pasti akan berbuah hasil. Tapi saat berhasil, jangan lupa dari mana kita memulainya,” ujar Ibu Tiar, Senin (21/4).

Benny Satria, Pemimpin Cabang PNM Medan, menyatakan bahwa kisah Ibu Tiar adalah contoh nyata keberhasilan pemberdayaan yang inklusif.

“Hebatnya perempuan, mereka bisa menjadi pilar ekonomi keluarga, bahkan motor perubahan sosial di lingkungannya. Inilah semangat PNM: mendampingi, memberdayakan, dan membangun Indonesia dari akar rumput,” ujar Benny.

PNM melalui Mekaar terus berupaya memperluas jangkauan dan dampaknya, memberdayakan perempuan di seluruh Indonesia agar mampu mandiri secara ekonomi, meski dari kondisi yang penuh keterbatasan.

Kini, Ibu Tiar tak hanya menopang keluarganya, tapi juga menginspirasi komunitas di sekitarnya untuk ikut bangkit dan berdaya. Ia membuktikan bahwa dari tumpukan rongsokan sekalipun, harapan bisa tumbuh dan masa depan bisa dibentuk.*

Artikel Lainnya