Nasional

Dari Tumpukan Sampah Jadi Tambang Emas! Kisah Ibu Ema yang Didukung PNM Ini Bikin Kagum

Oleh : Rikard Djegadut - Rabu, 23/04/2025 08:28 WIB


Foto: Republika.co.id

 

Jakarta, INDONEWS.ID  - Di tengah maraknya permasalahan lingkungan dan rendahnya kesadaran akan pengelolaan sampah, seorang perempuan asal Desa Kertamulya, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, tampil mencuri perhatian. Ema Suranta, yang kini dijuluki sebagai Kartini masa kini, berhasil mengubah sampah menjadi sumber harapan—berkat dukungan dari PNM.

Terinspirasi oleh tragedi memilukan TPA Leuwigajah yang menelan korban hingga 150 jiwa, Ema mendirikan Bank Sampah Bukit Berlian bersama para ibu rumah tangga di sekitarnya. Namun, misi Ema tidak berhenti sampai di situ. Berbekal modal awal dari program PNM Mekaar, ia mulai membudidayakan larva Black Soldier Fly, atau maggot, sebagai solusi cerdas untuk pengolahan sampah organik.

Hasilnya luar biasa—hingga 2 ton sampah per minggu berhasil diolah menjadi maggot segar dan kasgot, pupuk organik berkualitas tinggi. Inovasi ini tak hanya menjawab masalah lingkungan, tapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyebut Ema sebagai bukti nyata kekuatan perempuan dalam menghadirkan perubahan. "Kartini hari ini bukan hanya bicara soal emansipasi, tapi juga keberanian mengambil tanggung jawab atas lingkungan dan sesama," ungkapnya.

Lewat program PNM Mekaar, PNM telah mendampingi jutaan perempuan Indonesia agar lebih mandiri, percaya diri, dan tangguh. Sosok Ema menjadi inspirasi bahwa pemberdayaan perempuan dapat menjadi fondasi masa depan yang lebih bersih, berdaya, dan berkelanjutan.*

Artikel Lainnya