Nasional

Resmikan Pusat Ekosistem Keamanan Kuantum, Rektor Unhan: Langkah Awal Menuju Indonesia Berdaulat di Dunia Siber Kuantum

Oleh : very - Selasa, 06/05/2025 15:01 WIB


Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) dalam acara peresmian “Center for Quantum Security Ecosystem” (CQSE) dalam acara seminar internasional bertajuk "Quantum Security for National Cyber Defense" yang digelar di Bogor, Senin (5/5). (Foto: Ist)

Bogor, INDONEWS.ID - Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) meresmikan “Center for Quantum Security Ecosystem” (CQSE) dalam acara seminar internasional bertajuk "Quantum Security for National Cyber Defense" yang digelar di Bogor, Senin (5/5).

Seminar dibuka langsung oleh Rektor Unhan RI, Letjen TNI (Purn.) Jonni Mahroza, S.I.P., M.A., M.Sc., Ph.D. Acara ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat ketahanan siber nasional menghadapi ancaman era komputasi kuantum.

Letjen TNI (Purn.) Jonni Mahroza menegaskan pentingnya penguasaan teknologi kuantum untuk mempertahankan kedaulatan digital Indonesia.

“Ancaman siber berbasis kuantum bukan spekulasi masa depan, tapi realitas yang perlu direspons sekarang juga," ujarnya.

Acara ini menghadirkan narasumber dari tiga pilar utama pengembangan teknologi kuantum yaitu Prof. Okyeon Yi, Kookmin University, Korea Selatan, Junghyun “Francis” Baik (EYL Inc.) dan Marsma TNI Prof. Rudy A.G. Gultom dari Universitas Nurtanio Bandung.

Prof. Okyeon Yi menjelaskan ancaman algoritma kuantum terhadap sistem kriptografi lama seperti RSA dan ECC, serta pentingnya Quantum Key Distribution (QKD) dan Post-Quantum Cryptography (PQC).

Junghyun “Francis” Baik memaparkan bagaimana Korea Selatan membangun ekosistem industri komunikasi kuantum melalui kemitraan lintas sektor dan pendekatan nasional.

Sedangkan Marsma TNI Prof. Rudy A.G. Gultom menyoroti pentingnya integrasi riset, kebijakan, dan industri untuk mendorong hilirisasi teknologi keamanan kuantum dalam negeri.

"Keamanan kuantum bukan semata soal teknologi, melainkan menyangkut kedaulatan dan kepercayaan publik. Kita perlu kolaborasi lintas sektor dan lintas negara untuk menjawab tantangan global ini," ujar Marsma Rudy Gultom.

Dalam forum tersebut, Unhan RI mengumumkan agenda strategis pembangunan sistem keamanan kuantum nasional yang meliputi:

  • 2025–2027: Pembentukan pusat riset bersama BRIN, BSSN, dan TNI; pembangunan testbed Quantum VPN untuk komunikasi pemerintah dan militer.
  • 2027–2030: Implementasi standar PQC dan QKD di jaringan strategis nasional serta pembentukan pusat operasional Quantum Security Operation Center (Q-SOC).

 

Menuju Indonesia Berdaulat Digital

Dengan berdirinya CQSE, Unhan RI mempertegas komitmen untuk menjadi pusat unggulan keamanan siber kuantum di Asia Tenggara. Diharapkan, langkah ini mendorong kolaborasi jangka panjang dalam riset, pertukaran teknologi, dan pengembangan SDM pertahanan berbasis quantum.

“Hari ini, 5 Mei 2025 pukul 08.55 WIB, Center for Quantum Security Ecosystem di Unhan RI dinyatakan resmi. Ini adalah langkah awal menuju Indonesia yang berdaulat di dunia siber kuantum,” tegas Rektor Unhan RI.

Kegiatan itu didukung penuh oleh berbagai lembaga strategis, termasuk BSSN, BRIN, Universitas Nurtanio Bandung, Pemerintah Korea Selatan, Kookmin University, EYL Inc., dan Axgate.

Peserta seminar terdiri dari perwakilan Kementerian Pertahanan, Kominfo, BIN, BAIS, Telkom, PERURI, akademisi, serta pelaku industri pertahanan dan keamanan siber. *

 

Artikel Lainnya