Nasional

Kesaksian Warga Garut: Korban Ledakan Bukan Pemulung, Tapi Pekerja Upahan di Lokasi Pemusnahan Amunisi TNI

Oleh : Rikard Djegadut - Rabu, 14/05/2025 13:41 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Tragedi ledakan dalam proses pemusnahan amunisi tak layak pakai milik TNI di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, masih menyisakan duka dan pertanyaan. Salah satu warga, Agus Setiawan, yang merupakan kakak kandung dari korban tewas Rustiawan, memberikan kesaksian bahwa para korban sipil yang meninggal dunia bukanlah pemulung logam, melainkan pekerja harian berbayar.

Menurut Agus, warga yang turut menjadi korban bekerja dengan membuka selongsong dan peluru kecil dengan bayaran harian sebesar Rp150 ribu. “(Buka) Peluru kecil, buka selongsong. Diupah per hari Rp150 ribu,” ungkapnya, Senin (12/5).

Agus membantah isu yang menyebut bahwa warga mendekati lokasi hanya untuk memulung sisa logam amunisi. Menurutnya, mereka adalah buruh kasar yang diberi tugas untuk membantu proses pembongkaran amunisi sebelum dimusnahkan.

“Paling kerja 12 hari beres. Jadi bukan mulung, kami tidak berburu besi bekas dan selongsong. Kami bekerja, kuli,” tegasnya.

Agus juga menanggapi video viral yang memperlihatkan sejumlah pemotor mendekat ke lokasi sesaat setelah ledakan. Ia membenarkan bahwa video itu diambil di hari kejadian, namun berbeda momen dengan ledakan yang menewaskan 13 orang.

Menurutnya, video itu terjadi usai sesi peledakan pertama selesai, di mana warga mulai mendekat untuk mengambil sisa-sisa logam. Namun setelah itu, TNI kembali melakukan peledakan kedua, kali ini untuk memusnahkan detonator, yang kemudian memicu tragedi.

“Yang mungut rombongan kita-kita juga, tapi beda peristiwa. Sebelum kejadian itu,” jelasnya.

Dalam insiden itu, 13 orang meninggal dunia, terdiri dari empat anggota TNI dan sembilan warga sipil. Ledakan ini terjadi dalam proses pemusnahan amunisi yang dilakukan secara rutin oleh TNI.

Sebelumnya, Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, sudah menjadi kebiasaan masyarakat mendekat ke lokasi usai peledakan untuk mengambil serpihan logam bernilai jual, seperti tembaga dan besi.

“Kenapa mereka mendekat? Dalam rangka mengambil sisa-sisa serpihan logam, tembaga, besi dari munisi-munisi yang sudah diledakkan. Karena itu punya nilai jual,” ujarnya kepada CNN TV.

Sementara itu, Kadispen TNI AD Brigjen Wahyu Yudhayana menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan investigasi, termasuk bagaimana warga sipil bisa berada begitu dekat dengan lokasi berbahaya tersebut.*

Artikel Lainnya