Nasional

PNM Dorong Budaya Baca Lewat Program Literasi Nasional

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 18/05/2025 18:55 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Arief Mulyadi, menegaskan pentingnya literasi sebagai kunci dalam pemberdayaan anak dan generasi muda Indonesia.

Di tengah gempuran era digital dan informasi instan, PNM terus berkomitmen untuk membudayakan membaca melalui berbagai inisiatif literasi, baik fisik maupun digital.

Menurut data Survei Sosial Budaya Nasional (Susenas) BPS 2022, hanya sekitar 17 persen penduduk Indonesia yang rutin membaca buku. Menanggapi hal ini, Arief menyatakan bahwa tantangan terbesar bukan terletak pada jumlah buku, tetapi pada akses, distribusi, dan pembiasaan membaca sejak usia dini.

Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional, PNM meluncurkan sejumlah program literasi, seperti Sudut Literasi yang kini hadir di berbagai daerah, termasuk wilayah pesisir seperti Banyuwangi. Ruang baca tersebut dibuka agar anak-anak dapat menikmati akses buku fisik secara gratis dan nyaman.

Tak hanya itu, PNM juga menghadirkan perpustakaan digital bernama TIBA di PNM (Titik Baca di PNM). Layanan ini memungkinkan masyarakat membaca buku digital secara gratis hanya dengan memindai barcode. Koleksi digitalnya mencakup cerita anak, buku motivasi, literasi UMKM, hingga edukasi keuangan.

“Kami ingin buku hadir dalam keseharian masyarakat, baik lewat rak fisik maupun melalui ponsel,” ujar Arief Mulyadi dalam keterangannya, Minggu (18/5).

Lebih lanjut, Arief menekankan bahwa gerakan literasi ini merupakan bagian dari misi besar PNM untuk memberdayakan masyarakat, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga melalui peningkatan pengetahuan. Dengan lebih dari 15 juta nasabah aktif program Mekaar di seluruh Indonesia, PNM berharap inisiatif ini mampu menumbuhkan semangat membaca di tengah masyarakat akar rumput.

“Anak-anak dari keluarga prasejahtera yang menjadi nasabah PNM punya semangat belajar yang tinggi, namun akses mereka terbatas. Kami ingin hadir di ruang-ruang itu. Satu buku bisa menumbuhkan satu mimpi besar,” tutup Arief.

Artikel Lainnya