Nasional

AS Luncurkan Rudal Balistik Antarbenua Minuteman III, Tegaskan Kesiapan Nuklir

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 24/05/2025 11:45 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Amerika Serikat kembali menunjukkan kekuatan militernya melalui peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Minuteman III, yang dijuluki "rudal kiamat", pada Rabu pagi waktu setempat. Peluncuran dilakukan dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg di California sebagai bagian dari uji coba rutin.

Rudal Minuteman III, yang tidak membawa hulu ledak nuklir dalam pengujian ini, melesat dengan kecepatan sekitar 24.000 kilometer per jam menuju lokasi uji coba di Kepulauan Marshall, sejauh lebih dari 6.700 kilometer. Menurut pernyataan resmi, peluncuran ini bertujuan untuk menguji kesiapan sistem ICBM serta mengirim pesan bahwa kekuatan penangkal nuklir AS masih aktif dan dapat diandalkan.

"Peluncuran uji ICBM ini menggarisbawahi kekuatan penangkal nuklir negara dan kesiapan ICBM itu sendiri," ujar Jenderal Thomas Bussiere, Komandan Global Strike Command Angkatan Udara AS.

Angkatan Udara AS menegaskan bahwa uji coba ini bukan merupakan respons terhadap peristiwa geopolitik terkini, melainkan bagian dari rangkaian pengujian rutin sistem pertahanan nuklir. Saat ini, Amerika Serikat memiliki tiga pilar kekuatan nuklir: pesawat pengebom strategis, kapal selam bersenjata rudal nuklir Polaris, dan sekitar 400 rudal Minuteman III berbasis darat.

Program Minuteman, yang berasal dari era Perang Dingin tahun 1970-an, direncanakan akan digantikan oleh sistem rudal baru bernama Sentinel. Namun, pengembangan sistem tersebut mengalami hambatan serius, termasuk pemotongan anggaran dan penundaan uji coba, yang dikhawatirkan dapat menunda penggantian Minuteman III hingga tahun 2050.

Meski demikian, Angkatan Udara AS menyatakan bahwa proyek Sentinel tetap berada di jalur yang tepat, dan hingga transisi penuh terjadi, Minuteman III akan terus dipelihara sebagai sistem pencegah yang andal.

Artikel Lainnya