Jakarta, INDONEWS.ID-- Timnas Brasil kini memasuki era baru di bawah kepemimpinan Carlo Ancelotti selaku pelatih kepala timnas negara itu.
Ancelotti sendiri sudah menandatangani kontrak sebagai pelatih kepala Brasil hingga tahun 2026 mendatang.
Menghadapi laga debut dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 lawan Ekuador pada 6 Juni, sudah meracik tim sesuai strategi yang dia inginkan.
Ancelotti menunjukkan kecenderungan pada sistem permainan yang fleksibel yang dia sukai dan pernah diterapkan ketika menjadi pelatih Real Madrid.
"Saya sangat menyukai sistem 4-4-2. Itu adalah formasi favorit saya," ujar Ancelotti kepada media Diario AS, dikutip Rabu (28/5/2025).
Menjelang pertandingan debut itu dan menyusul lawan Paraguay pada 11 Juni di Stadion Neo Química Arena, Ancelotti sudah mengumumkan daftar pemain yang akan dipanggil.
Dengan formasi 4-4-2 maka pemain yang layak mengisi susunan starting XI ideal Brasil adalah sebagai berikut.
Kiper tetap dipercayakan kepada Alisson Ramses Becker sebagai pilihan utama. Pengalaman dan kualitas distribusinya membuat. Alisson bermain untuk klub Liverpool saat ini.
Pengalaman dan kualitasnya, terutama dalam hal ketenangan dan kemampuan membaca permainan, membuat dia lebih unggul dari dua pesaingnya, Bento dan Hugo Souza,
Untuk bek kanan, Ancelotti mempercakan Vanderson yang saat ini bermain di klub Monaco Dia memiliki kemampuan ofensif yang sesuai kebutuhan Ancelotti.
Lalu bek tengah, mantan pelatih Real Madrid itu memilih Lucas Beraldo dan Marquinhos. Keduanya bermain bersama di PSG. Ancelotti menilai duet keduanya sudah solid di level klub.
Bek kiri dipercaya kepada Alexsandro yang bermain di klub Lille. Alexsandro tampil konsisten di Eropa dan bisa memberi keseimbangan di sektor kiri.
Casemiro tetap menjadi jangkar utama dengan pengalamannya. Meski performanya di MU sempat menurun, kepemimpinannya tak tergantikan.
Gelandang tengah diisi Casemiro pemai Manchester United dan Bruno Guimaraes pemain Newcastle.
Dengan pengalaman yang dimilikinya, Casemiro tetap menjadi jangkar utama bagi tim asuhan Ancelotti.
Sementara, Bruno Guimarães didapuk sebagai penggerak permainan karena memiliki kemampuan dalam distribusi dan transisi.
Di sayap kanan, pemain Barcelona, Raphinha bukan hanya alat serangan, tapi juga penyeimbang permainan. Raphinha yang memiliki kecepatan dan pengalaman di La Liga cocok untuk peran ini.
Lalu di sayap kori Vinicius Junior Vinicius menjadi senjata utama Brasil di sisi kiri. Di bawah Ancelotti di Real Madrid, Vinicius berkembang pesat sebagai winger yang tajam.
Dua penyerang dalam formasi 4-4-2 adalah Richarlison (Tottenham) dan Matheus Cunha (Wolverhampton).
Richarlison menjadi target man yang cocok untuk peran sentral karena kuat di udara, rajin pressing, dan punya insting gol.
Sementara Cunha bisa berperan sebagai second striker. Pemain Wolverhampton bisa bergerak lebih bebas untuk menciptakan ruang dan menghubungkan lini tengah dengan lini depan.