Nasional

Tegas! Ini Respon Gubernur Jabar Soal Tambang Batu Alam Gunung Kuda Usai Longsor yang Tewaskan 8 Orang

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 31/05/2025 13:27 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memerintahkan penutupan permanen tambang batu alam galian C di kawasan Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon, menyusul insiden longsor yang terjadi pada Jumat (30/5/2025) dan menewaskan delapan orang.

Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 dan disiarkan ulang oleh KompasTV, Dedi menyatakan bahwa langkah tegas ini diambil demi keselamatan pekerja dan perlindungan lingkungan.

“Dari sisi aspek kebijakan, saya sudah memerintahkan Kepala Dinas ESDM dan seluruh jajaran yang hari ini sudah berada di lokasi untuk mengambil tindakan tegas. Perusahaan itu ditutup untuk selamanya,” ujar Dedi.

Ia menekankan bahwa keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama dalam kegiatan industri seperti penambangan. “Berusaha harus memperhatikan keselamatan para pekerja karena itu merupakan tanggung jawab dari pengusaha. Galian juga harus memperhatikan dampak terhadap lingkungan,” tambahnya.

Dedi juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengunjungi lokasi tambang sebelum menjabat sebagai Gubernur dan sudah menilai bahwa lokasi tersebut tidak memenuhi standar keselamatan.

“Saya melihat penambangan galian C itu sangat berbahaya, tidak memenuhi unsur standardisasi keamanan bagi para pegawainya. Tetapi karena sudah berizin hingga Oktober 2025 dan saya belum punya kapasitas untuk menghentikan, maka penambangan tersebut tetap berjalan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Dedi menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya para korban. “Saya menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya warga Jawa Barat di penambangan tersebut. Semoga para korban diampuni segala dosanya dan ditempatkan di tempat yang mulia di sisi-Nya,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolresta Cirebon Kombes Sumarni melaporkan bahwa hingga saat ini delapan orang dipastikan tewas dalam insiden tersebut, sementara 12 orang lainnya dibawa ke rumah sakit. Dua di antaranya sudah diperbolehkan pulang.

“Yang sudah teridentifikasi ada 8 orang meninggal dunia. Kami masih melakukan pencarian korban menggunakan alat berat,” ujarnya dalam siaran langsung Breaking News KompasTV.

Pihak kepolisian juga telah membuka posko pengaduan di sekitar lokasi tambang untuk masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya. Petugas gabungan masih berupaya mengumpulkan data dan melakukan koordinasi dengan warga setempat.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Cirebon Deni Nurcahya menyampaikan bahwa menurut informasi dari Kepala Teknik Tambang, terdapat sekitar 10 orang yang tertimbun longsor.

Selain korban manusia, dilaporkan pula dua ekskavator dan sejumlah dump truck tertimbun material longsoran. Proses evakuasi masih terus dilakukan dengan mengerahkan alat berat dan dukungan dari berbagai instansi.

Artikel Lainnya