Jakarta, INDONEWS.ID-Duel seru PSG kotra Inter Milan dalam laga final Liga Champions tersaji di Allianz Arena, Minggu (1/6/2025) kick off pukul 02.00 WIB.
PSG langsung mengambil inisiatif serangan begitu peluit dibunyikan. Dominasi pasukan Luis Enrique terjadi sepanjang 10 menit pertama.
Dembéle cs langsung menguasai bola mencapai 68 persen berbanding 32 persen, operan 92 kali berbanding 44 dengan tingkat akurasi 90 persen berbanding 81 persen.
Tak butuh waktu lama, PSG langsung unggul di menit ke-12 lewat gol Arif Hakimi, bek sayap kanan.
Tertinggal 1-0, membuat Inter sedikit tertekan jingga menit ke-20. Dalam kondisi tertekan, PSG kembali unggul lewat gol Desire Doue di menit 20.
Dalam final ini pelatih PSG Luis Enrique memainkan formasi 4-3-3. Tiga penyerang Ousmane Dembéle, Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia menjadi mesin gol.
Sejauh ini Ousmane Dembélé mesin gol bagi PSG. Di liga Prancis, Dembele mencetak 21 gol dan 6 assit dari 29 laga.
Sementara di liga Champions dia mencetak 8 gol dan 4 assist dari 14 laga. Wajar jika Luis Enrique sangat bertumpu pada Dembele dalam memenangkan laga.
Desire Doue ujung tombak kedua yang dipasang Enrique, sejauh ini Desire telah mencetak 6 gol dan 6 assist dari 31 laga di liga 1 dan di Liga Champions mencetak 3 gol 2 assist dari 15 laga.
Sementara Khvicha Kvaratskhelia nampaknya belum terlalu berpengalaman. Ketiga pemain ini ditopang tiga gelandang top João Neves, Vitinha, Fabian Ruiz.
Sementara pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi menerapkan formasi 3-5-2. Dia hanya memainkan dua penyerang yaitu Lautaro Martínez dan Marcus Thuram.
Sejauh ini Martínez dan Marcus Thuram menjadi mesin gol bagi tim. Lima gelandang tengah, juga memiliki riwayat mencetak gol cukup dan jago assist.
Henrikh Mkhitaryan, Hakan Çalhanoglu Nicolò Barella, Denzel Dumfries dan Federico Dimarco menjadi benteng kokoh di tengah lapangan.
Tertinggal 2-0, Inter terus berusaha keluar dari tekanan. Sementara PSG terus melakukan tekanan sembari menguasai bola.
Peluang menang PSG tercatat menjadi 89 persen, seri 8 persen dan peluang menang Inter turun menjadi 3 persen saat waktu memasuki menit ke-25.
Pelatih Simone Inzaghi tentu harus melakukan sesuatu agar tidak terjadi gol lebih banyak di babak pertama.
Bentong kokoh Inter di tengah dan belakang ambruk hanya dalam 8 menit di paruh waktu 20 menit babak pertama.
Hingga berita ini naik pada menit 30, skor 2-0 belum berubah.
Susunan Pemain
Saint-Germain (4-3-3):
Gianluigi Donnarumma; Achraf Hakimi, Marquinhos, Pacho, Nuno Mendes; João Neves, Vitinha, Fabian Ruiz; Khvicha Kvaratskhelia, Ousmane Dembélé, Desire Doue
Pelatih: Luis Enrique
Inter Milan (3-5-2):
Yann Sommer; Benjamin Pavard, Francesco Acerbi, Alessandro Bastoni; Denzel Dumfries, Nicolo Barella, Hakan Çalhanoglu, Henrikh Mkhitaryan, Federico Dimarco; Lautaro Martínez, Marcus Thuram