Jakarta, INDONEWS.ID - Komitmen Taman Safari Indonesia (TSI) dalam menyuarakan konservasi lingkungan melalui karya visual kembali dibuktikan dengan digelarnya International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) ke-34.
Kompetisi tahunan ini resmi diluncurkan di kawasan Enchanting Valley, Taman Safari Bogor, oleh Direktur Komersial & Pengembangan Bisnis TSI, Hans Manansang, bersama Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani.
Mengangkat tema “The Picture of Nature’s Secret”, IAPVC 2025 mengajak masyarakat untuk mengeksplorasi dan mengabadikan keindahan tersembunyi alam melalui karya foto dan video.
Kompetisi ini terbuka bagi fotografer profesional, penggemar fotografi, komunitas kreatif, hingga konten kreator dari dalam dan luar negeri, mulai 12 Juni hingga 30 Agustus 2025.
Hans Manansang mengatakan bahwa pesatnya pertumbuhan media sosial dan konsumsi konten visual menjadi peluang strategis untuk menyuarakan isu konservasi.
“Dengan lebih dari 4,9 miliar pengguna media sosial, dan konten visual terbukti 40% lebih efektif dalam menyampaikan pesan, kami yakin IAPVC dapat menjadi jembatan antara kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Tahun ini, IAPVC menghadirkan kategori video sebagai bentuk adaptasi terhadap tren konten digital yang kian berkembang. TSI juga akan mengadakan roadshow ke Taman Safari Solo, Bogor, dan Prigen untuk memperluas jangkauan dan partisipasi publik.
Deputi Kemenparekraf Rizki Handayani menilai IAPVC sebagai upaya kreatif yang tak hanya mendorong kesadaran konservasi, tetapi juga memiliki dampak ekonomi melalui penguatan sektor ekonomi kreatif.
“Kompetisi ini membuktikan bahwa karya visual bisa menjadi alat edukasi sekaligus punya nilai ekonomi dan sosial yang tinggi,” tuturnya.
Sejak digelar pertama kali pada 1991, IAPVC telah menjaring puluhan ribu karya dari peserta berbagai negara. Pada 2024, tercatat lebih dari 8.000 peserta mengirimkan lebih dari 23.000 karya.
Peluncuran IAPVC 2025 ditutup dengan pertunjukan spektakuler LILA Show, yang menjadi ikon Enchanting Valley sekaligus simbol semangat kampanye konservasi Taman Safari.
Taman Safari Indonesia adalah lembaga konservasi dan taman rekreasi kelas dunia yang telah berdiri sejak 1980 dan kini tersebar di enam lokasi serta empat resort di seluruh Indonesia. TSI menaungi lebih dari 22.000 satwa dari 673 spesies, dan setiap tahunnya menarik lebih dari 5 juta pengunjung.
Dengan berbagai sertifikasi dan penghargaan, TSI terus menjadi pelopor dalam perlindungan satwa endemik dan spesies terancam punah melalui edukasi, penelitian, dan pengalaman wisata berbasis konservasi.