Jakarta, INDONEWS.ID- Duel Palmeiras kontra Botafogo tengah berlangsung sengit di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Sabtu (28/6) pukul 23.00 WIB.
Laga lanjutan 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 sesama klub Brasil ini dimulai dengan tensi tinggi. Upaya mencetak gol lebih awal memicu persaingan panas.
Namun hingga laga memasuki menit ke-10, skor masih 0-0. Dalam kurun waktu ini Palmeiras menguasai jalannya laga. Pasukan Moreira Ferreira menguasai bola 63 persen berbanding 37 persen.
Palmeiras melakukan operan 32 kali dengan tingkat akurasi operan 84 persen, melepas 1 tembakan. Sementara Botafogo melakukan 20 operan dengan akurasi lebih bagus mencapai 95 persen.
Diketahui, ini merupakan duel sesama klub Brasil. Keduanya akan saling membunuh di fase gugur demi melangkah ke fase perempatfinal.
Palmeiras laju ke 16 besar usai finis di peringkat pertama atau juara Grup A, dengan mengoleksi 5 poin, sama poin dengan Inter Miami di peringkat 2.
Tidak hanya juara grup, Palmeiras juga datang sebagai kampiun Copa Libertadores 2020 dan 2021.
Dalam laga ini, pelatih Palmeiras Moreira Ferreira menerapkan formasi 4-2-3-1, dengan menempatkan Vitor Roque sebagai ujung tombak.
Ditopang tiga pemain di belakangnya, Allan, Mauricio dan Estêvão, striker Vitor Roque belum menunjukkan tajinya.
Sementara di pihak Botafogo, pelatih Renato Paiva menerapkan skema 4-3-3. Tiga striker dipasang sekaligus yaitu Savarino, Igor Jesus dan Artur.
Hingga laga memasuki menit ke-33, penyerang Botafogo belum mampu membongkar pertahanan Palmeiras. Botafogo sang juara bertahan Copa Libertadores belum mampu mengubah skor 0-0.
Laga ini berlangsung seru dan keras. Alih-alih mencetak gol, kedua malah mencetak dua tiga kartu kuning. Dua kartu kuning untuk pemain bek Botafogo, yaitu Alex Telles dan Barboza.
Pada menit 40, giliran pemain bek Palmeiras, Gustavo Gomez mendapat kartu kuning. Artinya ketiga pemain ini tidak boleh mendapat kartu kuning kedua agar tidak diusir wasit keluar lapangan.
Hingga babak pertama selesai, jalannya laga nyaris imbang. Palmeiras menguasai bola 52 persen, operan 157 kali dengan akurasi 82 persen, melepaskan 6 tembakan.
Sementara Botafogo menguasai bola 48 persen, operan 148 kali dengan akurasi 85 persen, sudah melakukan 6 pelanggaran