Sosok

Ajes si Trengginas MC Utama, Mimpi Bawa Indonesia Ke Pildun

Oleh : rio apricianditho - Minggu, 20/09/2026 00:15 WIB


M Ajes Abdee Hamzah kala tampil di Liga Soeratin U-15 Piala Gubernur.foto:pras.
M Ajes Abdee Hamzah kala tampil di Liga Soeratin U-15 Piala Gubernur.foto:pras.

Jakarta, INDONEWS.ID - Dia trengginas, kokoh lagi cakap dalam mengolah bola, wajar klub Liga 1 meliriknya sebagai pemain masa depan. Meski bukan pemain paling lama di MC Utama namun ia dipercaya sebagai Kapten tim, mengolah bolanya mengingatkan kita pada Rizky Ridho "back" tangguh timnas Garuda. Siapa dia?

M. Ajes Abdee Hamzah berusia 14 tahun pemain belakang MC Utama, masih duduk di kelas 8 SMP 40 Jakarta dipercaya sebagai Kapten kesebelasan MC Utama. Bukan karena ia trengginas cara bermainnya tapi sosoknya diterima semua pemain, ia juga mampu menyampaikan keinginan pelatih kala timnya berlaga di Liga Soeratin U-15 Piala Gubernur.

Bakatnya ditemukan manajer MC Utama saat dirinya asyik bermain bola bersama kawannya di kawasan Jatinegara. Saat itu bola yang dimainkan bola plastik tapi permainannya membuat manajer MC Utama kepincut.

Maka diajaklah Ajes ke sekolah sepakbola MC Utama. Ajes sendiri sebelumnya bukan tak pernah tercatat murid SSB, dia sudah ikut 3 SSB, hanya saja umurnya tak panjang, 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan. Saat ditarik ke SSB MC Utama, bocah pemilik tinggi 180 meter masih sebagai anggota SSB di kawasan Jatinegara.

"Iya sudah ikut SSB di tiga tempat, tapi cara pelatihannya tak seserius MC Utama, di SSB sebelumnya cuma kumpul terus latihan, nggak diajari teknik-tekniknya", papar Ajes.

Lebih dari setahun sudah Ajes di MC Utama, bakatnya makin terasa, saat timnya bertanding melawan Persija Barat di pekan kedelapan Liga Soeratin U-15, ia tampak dominan di barisan belakang lawan sulit melewati dia bila berhadapan 1 lawan 1.

Di barisan belakang MC Utama gayanya seperti Rizky Ridho, maklum Ajes sangat mengidolakan pemain timnas tersebut. Ajes kerap melihat gaya permainan "back" Timnas itu dari media sosial lalu ia tiru saat latihan maupun tampil membela MC Utama.

Sepertinya Ajes sudah mantap bermain di barisan belakang, selain Rizky Ridho, Sergio Ramos eks pemain timnas Spanyol yang sempat bermain di Real Madrid, juga jadi panutannya. Dari dua idola itulah Ajes makin mantab menjadi pemain belakang masa depan Indonesia.

Untuk melangkah ke sana, Ajes rajin berlatih baik di SSB maupun latihan sendiri, baginya bola adalah masa depan. Sepulang sekolah ia tak pernah absen berlatih sendiri, atau di waktu senggang ia memilih latihan daripada main game.

Latihannya membuahkan hasil klub Liga 1 Persija Jakarta tertarik dengan kapasitasnya sebagai pemain belakang, ia pun dikontrak 3 bulan untuk ikut tim muda binaan Persija. Hal itu juga diiyakan manajer MC Utama bahwa anak yang ia temukan bakatnya di jalan raya Jatinegara kala memainkan bola plastik sudah dikontrak Persija.

Langkah itu tak disia-siakan Ajes, kini ia berlatih di dua tempat, MC Utama dan Persija di Sawangan, Bogor. Maka Ajes bertekad jadi pemain timnas dan merumput di klub profesional di luar Indonesia. Semoga keinginan anak asli Betawi tercapai, dan sosoknya bisa membawa sepakbola Indonesia berlaga di FIFA World Cup. 

Artikel Lainnya